More
    HomeUncategorizedPerbedaan Microphone Condenser dan Dinamic

    Perbedaan Microphone Condenser dan Dinamic

    Perbedaan Microphone Condenser dan Dinamic

    Fungsi utama dari mikrofon adalah sebagai perangkat transduser yang mengubah energi akustik (gelombang suara) menjadi energi listrik (sinyal audio). Mikrofon menangkap getaran suara dari udara yang merupakan perubahan tekanan dan menerjemahkannya menjadi variasi tegangan listrik yang dapat diproses, direkam, diperkuat, atau dikirimkan melalui sistem audio. Tanpa fungsi konversi ini, suara tidak dapat diolah secara elektronik untuk berbagai keperluan, seperti komunikasi, penyiaran, rekaman musik, atau penguatan suara live.

    Microphone Condenser

    Prinsip kerja :

    Kapasitansi (Capacitance). Diafragma yang sangat tipis (pelat bergetar) dan pelat statis membentuk kapasitor yang bermuatan. Getaran suara mengubah jarak, yang kemudian mengubah kapasitansi, dan menghasilkan sinyal audio.

    Karakter suara :

    Jernih, Detail, dan Hidup (Crisp). Respons frekuensi yang luas dan datar, sangat baik untuk reproduksi suara yang akurat.

    Kebutuhan daya :

    Memerlukan daya eksternal, umumnya Phantom Power (+48V), untuk memberi muatan pada kapsul kapasitor dan mengaktifkan sirkuit preamp internal.

    Harga :

     Umumnya lebih mahal karena kompleksitas dan kualitas komponen.

    Ketahanan :

    Lebih rapuh dan sensitif terhadap kelembaban, suhu ekstrem, dan benturan. Ideal untuk lingkungan studio yang terkontrol.

    Ketahanan SPL :

    Rendah hingga Sedang. Lebih mudah mengalami distorsi pada Tingkat Tekanan Suara (SPL) yang sangat tinggi (misalnya, dekat speaker atau drum keras).

    Keunggulan :
    • Detail Suara Superior – Terbaik untuk merekam nuansa halus.
    • Respons Frekuensi Lebar – Mampu menangkap seluruh spektrum suara (20Hz – 20kHz).
    • Sinyal Output Lebih Kuat – Membutuhkan preamp dengan gain yang lebih rendah.
    • Cocok untuk Instrumen Akustik – Ideal untuk merekam gitar, biola, piano, dll.
    Kekurangan :
    • Memerlukan Phantom Power (+48V).
    • Sensitif terhadap Lingkungan – Mudah menangkap noise atau gema ruangan.
    • Rapuh – Rentan terhadap guncangan, suhu, dan kelembaban.
    • Rentan Distorsi – Tidak tahan tekanan suara ekstrem (SPL tinggi).

    Microphone Dinamic

    Prinsip kerja :

    Induksi Elektromagnetik. Diafragma tebal yang melekat pada kumparan kawat bergerak di dalam medan magnet. Getaran suara menggerakkan kumparan, menghasilkan sinyal listrik (mirip prinsip speaker terbalik).

    Karakter suara :

    Tebal, Penuh, dan Kuat. Cenderung memfokuskan pada frekuensi tengah (mid), menghasilkan suara yang hangat dan kuat, dengan detail frekuensi tinggi yang lebih terbatas.

    Kebutuhan daya :

    Tidak memerlukan daya eksternal untuk beroperasi (kecuali beberapa model dengan preamp aktif). Dapat langsung dicolokkan.

    Harga :

    Umumnya lebih terjangkau.

    Ketahanan :

    Sangat kokoh dan tahan banting (lebih andal di lingkungan yang keras).

    Ketahanan SPL :

    Sangat Tinggi. Sangat tahan terhadap tekanan suara tinggi dan volume ekstrem tanpa distorsi.

    Keunggulan :
    • Sangat Tahan Banting & Andal – Cocok untuk penggunaan live dan lapangan.
    • Tidak Memerlukan Daya Eksternal – Praktis dan mudah digunakan.
    • Tahan Tekanan Suara Tinggi (High SPL) – Ideal untuk merekam drum dan ampli.
    • Tahan Feedback & Noise – Hanya fokus pada sumber suara yang sangat dekat.
    Kekurangan :
    • Kurang Detail dan Jernih – Tidak seakurat kondensor, terutama di frekuensi tinggi.
    • Sensitivitas Rendah – Membutuhkan preamp dengan gain tinggi.
    • Respons Frekuensi Terbatas – Jangkauan frekuensi lebih sempit.
    • Kualitas Suara Cenderung Hangat/Tebal – Tidak selalu ideal untuk rekaman studio yang bersih.
    Muhammad Azkiya QH
    Muhammad Azkiya QH
    Hallo ada orang ?

    Must Read

    spot_img