Di era digital sekarang, profesi UI/UX designer semakin banyak dicari. Mulai dari startup kecil sampai perusahaan besar, semua butuh orang yang bisa bikin tampilan aplikasi atau website menarik sekaligus nyaman digunakan.
Tapi yang sering bikin penasaran: “Berapa sih gaji UI/UX designer di Indonesia?” Jawabannya nggak satu angka, karena banyak faktor yang memengaruhi. Artikel ini bakal bahas kisaran gaji, faktor yang menentukan, serta tips supaya kamu bisa naik gaji lebih cepat.
Kisaran Gaji UI/UX Designer di Indonesia 2026
Gaji UI/UX designer bervariasi tergantung pengalaman, lokasi, dan jenis perusahaan. Berikut gambaran umum:
-
Junior UI/UX Designer (0–2 tahun): Rp5 juta – Rp10 juta per bulan
-
Mid-level UI/UX Designer (2–5 tahun): Rp10 juta – Rp18 juta per bulan
-
Senior UI/UX Designer (>5 tahun): Rp18 juta – Rp35 juta per bulan
-
Lead / Head of Design: Rp35 juta – Rp60 juta per bulan
Kalau freelance, pendapatan bisa lebih fleksibel. Tergantung proyek, skill, dan portofolio, seorang freelance bisa dapat Rp5 juta – Rp20 juta per bulan dengan beberapa klien aktif.
Faktor yang Mempengaruhi Gaji UI/UX Designer
-
Pengalaman
Semakin lama pengalaman, semakin besar kemungkinan naik gaji. Junior biasanya perlu bukti portofolio, sedangkan senior sudah bisa memimpin tim. -
Skill Khusus
UI/UX designer yang menguasai Figma, Adobe XD, prototyping, UX research, dan user testing biasanya lebih dihargai. -
Jenis Perusahaan
-
Startup: Kadang gaji awal lebih rendah tapi ada equity.
-
Perusahaan besar: Gaji lebih stabil dan benefit lengkap.
-
Lokasi Kerja
-
Jakarta biasanya menawarkan gaji lebih tinggi dibanding kota lain.
-
Bandung dan Surabaya menyesuaikan dengan biaya hidup lokal.
-
Freelance atau Remote Work
Freelance bisa lebih fleksibel, tapi pendapatan tergantung proyek. Remote work dari perusahaan luar negeri bisa jauh lebih tinggi, bahkan bisa 2–3x gaji lokal. -
Portfolio dan Reputasi
Desain keren dengan portofolio yang kuat bikin kamu lebih berharga. Developer atau perusahaan lebih percaya skill kamu tanpa banyak tes tambahan.
Tips Naik Gaji UI/UX Designer
-
Perkuat Portfolio
Masukkan case study yang jelas: masalah, proses, solusi, dan hasil. Portfolio yang menarik bisa bikin HR atau klien langsung tertarik. -
Upgrade Skill Secara Konsisten
Belajar UX research, microinteraction, accessibility, hingga animasi UI bisa bikin kamu lebih unggul. -
Ikuti Tren Industri
Tahu tren desain terbaru membuat kamu relevan, misalnya desain mobile-first, dark mode, atau UI yang ramah accessibility. -
Networking
Bergabung dengan komunitas designer atau forum UI/UX bisa membuka peluang proyek baru dan referensi kerja. -
Negosiasi Gaji dengan Percaya Diri
Saat interview, tunjukkan kontribusi dan nilai yang bisa kamu bawa. Jangan takut menegosiasikan gaji yang sesuai skill dan pengalaman.
Junior vs Senior: Apa Bedanya?
-
Junior: Fokus pada implementasi desain dan mengikuti guideline. Perlu banyak supervisi.
-
Senior: Membuat desain strategi, memimpin tim, dan memutuskan alur UX. Senior biasanya juga bertanggung jawab pada keputusan produk yang lebih luas.
Perbedaan ini jelas memengaruhi gaji, karena tanggung jawab senior lebih besar.
Remote vs Onsite: Mana Lebih Menguntungkan?
-
Remote: Bisa bekerja untuk perusahaan luar negeri → gaji lebih tinggi.
-
Onsite: Stabil, lebih mudah komunikasi langsung, lebih banyak benefit tambahan.
Banyak designer sekarang memilih kombinasi: onsite untuk pengalaman awal, remote untuk proyek sampingan dengan gaji lebih tinggi.
Tren Gaji UI/UX Designer 2026
-
Permintaan UX research meningkat, gaji skill ini cenderung lebih tinggi.
-
UI/UX designer yang menguasai desain mobile dan prototyping cepat makin dibutuhkan.
-
Freelance designer dengan portofolio internasional bisa menghasilkan gaji di atas rata-rata lokal.
baca artikel sebelumnya:





