Kenapa Button Itu Penting dalam UI?

Button adalah salah satu elemen paling penting dalam UI design.

Kenapa?

Karena hampir semua aksi user bergantung pada button:

  • klik “Beli”
  • klik “Login”
  • klik “Lanjutkan”

Kalau button tidak jelas:
👉 user tidak akan klik

Kalau button tidak terlihat:
👉 user tidak tahu harus ngapain

Artinya, desain button yang buruk bisa langsung menurunkan performa aplikasi.

Apa Itu Button UI yang Baik?

Button yang baik adalah button yang:

  • mudah terlihat
  • mudah dipahami
  • jelas fungsinya
  • nyaman digunakan

Tujuannya:
👉 membuat user melakukan aksi tanpa ragu

1. Gunakan Warna yang Menonjol

Button harus langsung terlihat.

Gunakan:

  • warna kontras dengan background
  • warna utama brand

Contoh:

  • background putih → button biru
  • background gelap → button terang

Hindari:

  • warna yang terlalu mirip dengan background

Karena:
👉 button akan “hilang”

2. Gunakan Teks yang Jelas

Teks dalam button harus langsung menjelaskan aksi.

Contoh bagus:

  • “Beli Sekarang”
  • “Daftar Gratis”
  • “Lanjutkan”

Contoh kurang jelas:

  • “Klik di sini”
  • “Submit”

Semakin jelas teks:
👉 semakin besar kemungkinan diklik

3. Gunakan Ukuran yang Tepat

Button terlalu kecil:
👉 sulit diklik

Button terlalu besar:
👉 terlihat aneh

Pastikan:

  • cukup besar untuk disentuh (terutama mobile)
  • proporsional dengan elemen lain

4. Gunakan Padding yang Nyaman

Padding adalah jarak antara teks dan tepi button.

Kalau terlalu sempit:
👉 terlihat sesak

Kalau cukup:
👉 terlihat rapi dan nyaman

Padding yang baik membuat button:
👉 terlihat lebih profesional

5. Gunakan State (Interaksi)

Button harus punya respon saat disentuh.

Contoh state:

  • default
  • hover (desktop)
  • active (saat diklik)
  • disabled

Ini penting karena:
👉 user butuh feedback

6. Gunakan Bentuk yang Konsisten

Button bisa:

  • kotak
  • rounded
  • pill

Yang penting:
👉 konsisten

Jangan:

  • satu kotak
  • satu bulat
  • tanpa alasan

7. Bedakan Primary dan Secondary Button

Tidak semua button sama penting.

Gunakan:

  • Primary button → aksi utama (warna mencolok)
  • Secondary button → aksi tambahan (lebih soft)

Contoh:

  • “Beli Sekarang” → primary
  • “Tambah ke Wishlist” → secondary

Ini membantu:
👉 user fokus ke aksi utama

8. Gunakan Spacing yang Cukup

Button jangan terlalu dekat dengan elemen lain.

Berikan jarak agar:

  • mudah diklik
  • tidak salah tekan

9. Gunakan Icon (Jika Perlu)

Icon bisa membantu memperjelas fungsi.

Contoh:

  • icon keranjang → beli
  • icon panah → lanjut

Tapi:
👉 jangan berlebihan

10. Letakkan di Posisi yang Strategis

Button harus mudah ditemukan.

Biasanya:

  • di tengah
  • di bawah konten
  • di area yang sering dilihat

Jangan sembunyikan button penting.

11. Gunakan Kontras untuk Menarik Perhatian

Button utama harus:
👉 paling menonjol

Gunakan:

  • warna berbeda
  • ukuran sedikit lebih besar

Agar:
👉 langsung terlihat

12. Uji Apakah Button Mudah Dipahami

Tanya ke diri sendiri:

  • apakah orang langsung ngerti?
  • apakah jelas fungsinya?

Kalau masih ragu:
👉 perbaiki

Kesimpulan

Button mungkin terlihat kecil, tapi dampaknya besar.

Dengan button yang tepat:

  • user lebih mudah berinteraksi
  • aksi lebih cepat dilakukan
  • pengalaman jadi lebih baik

Kunci utama:

  • jelas
  • terlihat
  • konsisten

Karena button yang baik bukan yang paling keren…
tapi yang paling mudah diklik dan dipahami.

baca artikel sebelumnya:

Cara Meningkatkan Skill UI/UX dengan Cepat untuk Pemula Tanpa Harus Mengikuti Banyak Kursus by Fitria Ramadani