
Di era digital seperti sekarang, kata coding semakin sering terdengar. Namun, tidak sedikit orang yang masih bertanya-tanya, “Coding itu apa sih?” atau “Sebenarnya kegunaannya apa?”
Pertanyaan-pertanyaan itu wajar, karena coding memang sering terlihat rumit dari luar—penuh simbol, baris kode, dan layar hitam yang tampak asing bagi sebagian orang.
Coding Itu Apa dan Apa Kegunaannya?
Secara sederhana, coding adalah proses memberi perintah kepada komputer menggunakan bahasa tertentu agar komputer dapat melakukan apa yang kita inginkan. Mulai dari membuat website, aplikasi, game, hingga sistem yang kita gunakan sehari-hari—semuanya tidak lepas dari coding.
Tanpa coding, tidak akan ada media sosial, aplikasi belajar, platform belanja online, bahkan fitur sederhana di ponsel kita. Coding adalah “bahasa komunikasi” antara manusia dan mesin. Ia tidak terlihat secara fisik, tetapi dampaknya sangat nyata dalam kehidupan modern.
Lalu, Apakah Coding Bisa Menjadi Hobi?
Banyak orang menganggap coding hanya sebagai pekerjaan serius, penuh tekanan, dan melelahkan. Tapi menurut pengalamanku, coding bisa menjadi sebuah hobi—dan bahkan hobi yang menyenangkan.
Perkenalkan, aku Nujula Rahma. Aku adalah seseorang yang menyukai berbagai bentuk ekspresi—mulai dari menyusun barisan kode, menuangkan warna di atas kanvas, hingga merangkai kata melalui tulisan. Bagiku, setiap hobi adalah cara untuk mengenal diri sendiri dan menyalurkan pikiran dengan jujur.
Aku memang tidak selalu mahir dalam setiap hobiku. Namun, aku percaya bahwa hobi tidak harus selalu identik dengan kemahiran atau keahlian tingkat tinggi. Hobi bukan tentang siapa yang paling ahli, melainkan tentang siapa yang menikmati prosesnya. Meskipun pada akhirnya sebuah hobi bisa berkembang menjadi keahlian melalui latihan dan konsistensi, tujuan utamanya tetap sama: kesenangan, relaksasi, dan pelepasan penat dari rutinitas.
Pandangan inilah yang membuatku mulai menerima coding bukan sebagai tekanan, melainkan sebagai ruang eksplorasi. Coding, seperti melukis dan menulis, memberiku kebebasan untuk mencoba, salah, belajar, dan tumbuh tanpa harus selalu sempurna.
Saat aku mulai mempelajari coding di SMK, awalnya aku merasa asing dan ragu. Banyak istilah baru, aturan yang ketat, dan kesalahan kecil yang bisa membuat program tidak berjalan. Namun, seiring waktu, rasa penasaran itu berubah menjadi ketertarikan.
Coding yang Membuat Pusing, Tapi Menantang
Jujur saja, coding tidak selalu mudah. Ada saat-saat di mana layar dipenuhi tulisan error, bug berwarna merah muncul tanpa henti, dan kepala terasa penuh. Rasanya ingin menyerah, apalagi ketika satu kesalahan kecil bisa merusak seluruh program.
Namun, justru di situlah letak keseruannya.
Setiap bug adalah teka-teki. Setiap error adalah tantangan. Dan ketika akhirnya berhasil menemukan solusi, ada rasa puas yang sulit dijelaskan—perasaan berhasil menaklukkan sesuatu dengan usaha sendiri.
Dari situlah aku sadar, coding bukan hanya soal hasil, tapi juga proses berpikir. Ia melatih kesabaran, ketelitian, dan cara melihat masalah dari berbagai sudut pandang.
Coding sebagai Bagian dari Personal Branding
Bagiku, coding bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga bagian dari identitasku. Ia berdampingan dengan hobiku yang lain—melukis dan menulis. Ketiganya saling melengkapi:
-
Coding melatih logika dan struktur
-
Melukis melatih rasa dan visual
-
Menulis melatih emosi dan narasi
Inilah yang ingin aku tunjukkan melalui personal branding-ku: bahwa dunia teknologi dan seni tidak harus dipisahkan. Coding bisa menjadi hobi, bisa menjadi passion, dan bisa menjadi jalan untuk terus berkembang.
Jadi, apakah coding bisa sebuah hobi?
Jawabanku: ya, bisa.
Coding bisa menjadi hobi bagi siapa saja yang mau belajar, mencoba, dan tidak takut menghadapi kesalahan. Ia mungkin membuat pusing, tetapi juga memberi kepuasan. Ia terlihat kaku, tetapi sebenarnya penuh kreativitas.
Dan bagiku, coding bukan hanya tentang komputer—melainkan tentang bagaimana aku mengenal diriku sendiri, menyusun logika, dan menciptakan sesuatu dari nol.
Baca jurnal sebelumnya yuk agar lebih paham!


