Belajar UI/UX design secara otodidak sekarang jadi pilihan banyak orang. Nggak sedikit yang awalnya cuma penasaran, lalu mulai serius karena melihat peluang kerja di bidang ini cukup besar. Masalahnya, di awal belajar sering muncul satu pertanyaan yang sama: sebenarnya harus mulai dari mana?
Kalau kamu ngerasa bingung, itu wajar. UI/UX memang bukan cuma soal desain, tapi juga soal cara berpikir. Jadi yang penting bukan cepat jago, tapi paham alurnya.
Kenali Dulu Perbedaan UI dan UX
Sebelum jauh-jauh belajar tools, hal paling dasar yang perlu dipahami adalah perbedaan UI dan UX. UI berhubungan dengan tampilan visual seperti warna, layout, dan font. Sementara UX fokus ke pengalaman pengguna saat memakai aplikasi atau website.
Dengan paham perbedaannya, kamu jadi tahu kenapa sebuah desain bisa terlihat bagus tapi ternyata ribet dipakai, atau sebaliknya tampilannya sederhana tapi nyaman banget.
Biasakan Berpikir dari Sudut Pandang Pengguna
UI/UX design itu intinya soal pengguna. Jadi, biasakan diri untuk berpikir sebagai user, bukan sebagai desainer. Coba perhatikan aplikasi yang sering kamu pakai sehari-hari.
Apa yang bikin kamu betah? Bagian mana yang terasa merepotkan? Dari kebiasaan sederhana ini, kamu sebenarnya sudah mulai belajar UX tanpa sadar.
Pelajari Dasar Desain Secukupnya
Kamu nggak harus langsung jadi ahli desain grafis. Tapi, memahami dasar seperti komposisi, warna, tipografi, dan hierarki visual itu penting. Dasar ini akan sangat membantu saat kamu mulai mendesain tampilan.
Pelajari pelan-pelan saja. Nggak perlu semuanya sekaligus, yang penting paham konsepnya.
Pilih Satu Tools dan Fokus
Banyak pemula berhenti di tengah jalan karena kebingungan memilih tools. Padahal, kuncinya justru fokus ke satu tools dulu. Figma jadi pilihan populer karena mudah dipelajari dan banyak tutorial gratis.
Nggak masalah kalau awalnya cuma bisa bikin wireframe sederhana. Dari situ, kemampuan kamu akan berkembang dengan sendirinya.
Perbanyak Lihat Referensi dan Contoh Nyata
Belajar UI/UX design otodidak akan lebih cepat kalau kamu sering lihat referensi. Lihat desain aplikasi populer, website besar, atau studi kasus UI/UX.
Tapi jangan cuma lihat tampilannya. Coba pahami alurnya, posisi tombol, dan alasan di balik setiap elemen desain. Ini yang akan melatih insting UX kamu.
Langsung Praktik, Jangan Kebanyakan Teori
Kesalahan paling umum pemula adalah terlalu lama belajar teori tapi jarang praktik. Padahal, skill UI/UX berkembang justru lewat latihan.
Kamu bisa mulai dari redesign aplikasi yang sudah ada atau bikin konsep aplikasi sederhana. Nggak apa-apa hasilnya belum rapi, yang penting kamu belajar dari prosesnya.
Mulai Bangun Portofolio
Meskipun masih belajar otodidak, portofolio tetap penting. Simpan hasil desain terbaik kamu dan ceritakan prosesnya, mulai dari masalah yang ingin diselesaikan sampai solusi desainnya.
Portofolio yang baik bukan soal desain paling keren, tapi soal cara berpikir dan alasan di balik desain tersebut.
Belajar UI/UX design otodidak memang butuh waktu dan konsistensi. Tapi kalau kamu tahu harus mulai dari mana dan mau terus mencoba, peluang untuk berkembang terbuka lebar. Jangan tunggu jago dulu baru mulai, karena justru dengan mulai, kamu akan jadi jago.





