Kenapa Banyak Orang Ingin Belajar UI/UX?
Beberapa tahun terakhir profesi UI/UX Designer semakin populer. Banyak perusahaan digital membutuhkan desainer yang mampu membuat aplikasi dan website lebih mudah digunakan.
Selain itu, banyak orang tertarik belajar UI/UX karena:
-
Peluang kerja di industri teknologi terus meningkat
-
Bisa bekerja secara remote
-
Skillnya bisa dipelajari secara online
-
Banyak peluang freelance
Karena itu muncul pertanyaan yang sangat umum dari pemula:
“Berapa lama sebenarnya sampai bisa kerja sebagai UI/UX Designer?”
Jawabannya tidak selalu sama untuk setiap orang.
Waktu Belajar UI/UX untuk Pemula
Secara umum, waktu belajar UI/UX sampai siap kerja biasanya berada di kisaran 3 sampai 12 bulan.
Namun ini sangat bergantung pada beberapa faktor seperti:
-
Intensitas belajar
-
Konsistensi latihan
-
Pengalaman sebelumnya di bidang desain
-
Kualitas portfolio yang dibuat
Orang yang belajar secara konsisten setiap hari biasanya berkembang lebih cepat dibanding yang belajar sesekali.
Tahap-Tahap Belajar UI/UX
Untuk memahami prosesnya, berikut gambaran tahapan yang biasanya dilalui pemula.
1. Memahami Dasar UI/UX (1–2 bulan)
Pada tahap awal, kamu akan mempelajari dasar-dasar seperti:
-
Pengertian UI dan UX
-
Design thinking
-
User flow
-
Wireframe
-
Prinsip desain dasar
Di tahap ini fokusnya bukan membuat desain yang bagus, tetapi memahami konsep.
2. Belajar Tools Desain (1–2 bulan)
Setelah memahami dasar, langkah berikutnya adalah mempelajari tools desain seperti:
-
Figma
-
Adobe XD
-
Sketch
Di tahap ini kamu mulai membuat desain sederhana seperti:
-
Halaman login
-
Dashboard sederhana
-
Tampilan aplikasi mobile
Tujuannya adalah membiasakan diri dengan workflow desain.
3. Membuat Proyek dan Case Study (2–4 bulan)
Tahap ini sangat penting karena kamu mulai membangun portfolio.
Beberapa proyek yang bisa dibuat antara lain:
-
Redesign aplikasi populer
-
Concept app
-
Landing page
-
Dashboard produk digital
Portfolio biasanya berisi 2 sampai 4 proyek yang menjelaskan proses desain dari awal sampai akhir.
4. Menyempurnakan Portfolio (1–2 bulan)
Setelah proyek selesai, kamu perlu merapikan portfolio.
Hal yang biasanya diperhatikan recruiter antara lain:
-
Struktur case study
-
Proses berpikir desain
-
Visual yang konsisten
-
Problem solving yang jelas
Portfolio inilah yang nantinya menjadi kunci untuk mendapatkan interview.
Faktor yang Membuat Proses Belajar Lebih Cepat
Beberapa hal bisa mempercepat proses belajar UI/UX.
Belajar secara konsisten
Belajar sedikit setiap hari jauh lebih efektif dibanding belajar sekali seminggu.
Sering latihan desain
Semakin sering membuat desain, semakin cepat insting desain berkembang.
Melihat referensi desain bagus
Referensi membantu memahami standar desain yang baik.
Mendapatkan feedback
Masukan dari desainer lain dapat mempercepat proses improvement.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Banyak orang merasa belajar UI/UX lama karena melakukan beberapa kesalahan ini.
Terlalu lama menonton tutorial
Belajar teori tanpa praktik membuat skill sulit berkembang.
Tidak membuat proyek sendiri
Tanpa proyek nyata, portfolio tidak akan terbentuk.
Terlalu fokus pada tools
UI/UX bukan hanya soal Figma, tetapi juga tentang memahami kebutuhan pengguna.
Apakah 3 Bulan Bisa Jadi UI/UX Designer?
Jawabannya: bisa, tapi tidak untuk semua orang.
Biasanya orang yang berhasil dalam waktu cepat memiliki beberapa kondisi seperti:
-
Belajar intensif setiap hari
-
Sudah punya dasar desain sebelumnya
-
Fokus membangun portfolio sejak awal
Namun bagi kebanyakan orang, proses belajar UI/UX yang realistis biasanya sekitar 6 sampai 9 bulan.
Kesimpulan
Belajar UI/UX sampai siap kerja tidak memiliki waktu yang pasti. Namun secara umum prosesnya berkisar antara 3 hingga 12 bulan, tergantung konsistensi dan latihan yang dilakukan.
Hal yang paling penting bukan seberapa cepat kamu belajar, tetapi seberapa konsisten kamu berlatih dan membangun portfolio.
Dengan kombinasi latihan, proyek nyata, dan pemahaman UX yang baik, peluang untuk masuk ke dunia UI/UX akan semakin terbuka.
baca artikel sebelumnya:
Cara Melatih “Insting Desain” Agar UI Tidak Terlihat Kaku by Fitria Ramadani





