Kalau kamu baru belajar desain UI, mungkin pernah merasa desain yang dibuat terlihat “kaku”.
Semua elemen sudah rapi, warna sudah dipilih, font juga sudah bagus, tapi tetap terasa ada yang kurang.
Biasanya masalahnya bukan di tools seperti Figma atau software lain. Masalahnya ada pada insting desain yang belum terlatih.
Insting desain adalah kemampuan untuk merasakan apakah sebuah tampilan sudah enak dilihat, seimbang, dan nyaman digunakan. Hal ini tidak langsung muncul begitu saja. Insting desain biasanya terbentuk dari pengalaman, latihan, dan kebiasaan memperhatikan detail.
Kabar baiknya, insting desain bisa dilatih oleh siapa saja, termasuk desainer pemula.
1. Biasakan Melihat dan Mengamati Desain Bagus
Salah satu cara paling sederhana untuk melatih insting desain adalah dengan sering melihat referensi desain yang bagus.
Banyak desainer pemula langsung membuat desain tanpa melihat inspirasi terlebih dahulu. Padahal dengan melihat referensi, kita bisa memahami pola desain yang sering digunakan oleh desainer profesional.
Beberapa hal yang bisa kamu perhatikan saat melihat desain:
-
Bagaimana posisi elemen di dalam layout
-
Jarak antar elemen
-
Kombinasi warna
-
Penggunaan font
-
Cara menampilkan informasi
Semakin sering kamu melihat desain yang bagus, otakmu akan mulai mengenali pola desain yang nyaman dilihat.
2. Latihan Meniru Desain (Bukan Menjiplak)
Banyak orang menganggap meniru desain adalah hal yang buruk. Padahal untuk belajar desain, meniru adalah salah satu cara paling efektif.
Coba ambil satu desain aplikasi atau website yang menurutmu menarik, lalu coba buat ulang desain tersebut di Figma.
Saat melakukan ini, kamu akan mulai memahami:
-
Kenapa jarak antar elemen dibuat seperti itu
-
Kenapa ukuran font berbeda
-
Kenapa warna tertentu dipilih
Dari proses ini, kamu akan belajar cara berpikir seorang desainer.
Setelah terbiasa, kamu bisa mulai membuat desain sendiri dengan gaya yang lebih personal.
3. Perhatikan Spacing (Jarak Antar Elemen)
Salah satu penyebab UI terlihat kaku adalah spacing yang tidak konsisten.
Misalnya:
-
Jarak antar teks terlalu dekat
-
Jarak antar tombol terlalu jauh
-
Elemen terlihat menumpuk
Spacing yang baik membuat desain terlihat lebih rapi dan nyaman dilihat.
Banyak desainer menggunakan sistem jarak seperti:
-
8px
-
16px
-
24px
-
32px
Dengan menggunakan pola jarak yang konsisten, desain akan terasa lebih profesional.
4. Jangan Terlalu Banyak Menggunakan Warna
Kesalahan yang sering dilakukan desainer pemula adalah menggunakan terlalu banyak warna.
Padahal desain yang baik biasanya hanya menggunakan 3 sampai 4 warna utama.
Contohnya:
-
Warna utama (primary)
-
Warna pendukung
-
Warna teks
-
Warna background
Jika warna terlalu banyak, tampilan akan terlihat ramai dan membingungkan.
Desain yang sederhana justru sering terlihat lebih modern dan profesional.
5. Gunakan Hierarki Visual
Hierarki visual adalah cara mengatur elemen agar pengguna tahu bagian mana yang harus dilihat terlebih dahulu.
Misalnya:
-
Judul dibuat lebih besar
-
Tombol dibuat lebih menonjol
-
Informasi penting ditempatkan di bagian atas
Tanpa hierarki visual, semua elemen akan terlihat sama pentingnya. Akibatnya pengguna menjadi bingung saat melihat tampilan tersebut.
Desain yang memiliki hierarki visual yang jelas akan terasa lebih natural dan mudah dipahami.
6. Sering Membuat Desain, Walaupun Sederhana
Insting desain tidak akan berkembang jika kamu jarang latihan.
Tidak perlu selalu membuat proyek besar. Kamu bisa mulai dari hal sederhana seperti:
-
Mendesain ulang halaman login
-
Mendesain halaman profil
-
Mendesain kartu produk
-
Mendesain dashboard sederhana
Semakin sering kamu membuat desain, semakin cepat kemampuan desainmu berkembang.
7. Minta Feedback dari Desainer Lain
Kadang kita merasa desain yang dibuat sudah bagus, tapi ternyata masih banyak hal yang bisa diperbaiki.
Karena itu, penting untuk mendapatkan feedback dari orang lain.
Feedback bisa membantu kita melihat kesalahan yang sebelumnya tidak kita sadari, seperti:
-
Layout yang kurang seimbang
-
Warna yang kurang cocok
-
Spacing yang tidak konsisten
Dengan feedback, proses belajar desain akan menjadi jauh lebih cepat.
Kesimpulan
Insting desain bukan sesuatu yang dimiliki sejak lahir. Kemampuan ini bisa dilatih melalui kebiasaan melihat desain yang bagus, mencoba membuat ulang desain, serta terus berlatih membuat UI baru.
Semakin sering kamu berlatih dan memperhatikan detail kecil dalam desain, semakin kuat insting desain yang kamu miliki.
Pada akhirnya, desain yang terasa natural dan tidak kaku bukan hanya soal tools yang digunakan, tetapi tentang bagaimana seorang desainer memahami pengalaman pengguna.
baca artikel sebelumnya:
Apakah Belajar UI/UX Sulit? Ini Jawaban untuk Pemula by Fitria Ramadani


