“Aku Desainnya Cuma Feeling Aja…”
Kalimat ini sering banget muncul, apalagi dari desainer pemula.
Dan sebenarnya… wajar.
Di awal belajar, kita memang belum punya “sense” yang kuat, jadi:
- pilih warna berdasarkan suka
- atur layout asal enak dilihat
- ubah-ubah tanpa alasan jelas
Masalahnya:
👉 kalau terus pakai feeling tanpa dasar, skill kamu akan stuck.
Makanya penting banget untuk melatih sense desain.
1. Sense Desain Itu Bukan Bakat, Tapi Latihan
Banyak orang berpikir:
👉 “desain bagus itu bakat”
Padahal bukan.
Sense desain itu terbentuk dari:
- apa yang sering kamu lihat
- apa yang sering kamu analisa
- apa yang sering kamu latih
Semakin sering dilatih, semakin peka.
2. Jangan Cuma Lihat, Tapi Analisa
Kesalahan umum:
👉 cuma scroll lihat desain bagus
Tanpa mikir.
Padahal yang penting itu:
👉 kenapa desain ini bagus?
Coba biasakan:
- kenapa warna ini dipilih?
- kenapa layoutnya seperti ini?
- kenapa elemen ini lebih besar?
Dengan analisa, otak kamu belajar pola desain.
3. Biasakan Membandingkan
Cara cepat melatih sense:
👉 bandingkan desain kamu dengan desain profesional
Lihat:
- mana yang lebih enak dilihat
- kenapa bisa beda
- apa yang kurang dari desain kamu
Ini bikin kamu lebih sadar kekurangan sendiri.
4. Fokus ke Detail Kecil
Desain bukan cuma big picture.
Justru yang bikin beda adalah:
- spacing
- alignment
- typography
- konsistensi
Semakin kamu peka ke detail ini,
semakin “naik level” sense desain kamu.
5. Jangan Takut Salah
Banyak orang tidak berkembang karena:
👉 takut hasilnya jelek
Padahal:
- desain jelek = bahan belajar
- kesalahan = pengalaman
Semakin sering salah, semakin cepat berkembang.
6. Latihan Redesign
Ini salah satu cara paling efektif.
Ambil:
- aplikasi populer
- website terkenal
Lalu:
👉 redesign versi kamu
Dari sini kamu belajar:
- struktur
- layout
- keputusan desain
7. Konsisten Latihan Sedikit Demi Sedikit
Tidak perlu langsung jago.
Yang penting:
👉 konsisten
Bahkan:
- 30 menit sehari
sudah cukup untuk melatih sense desain.
Kesimpulan
Sense desain bukan sesuatu yang datang tiba-tiba.
Tapi hasil dari:
- melihat
- menganalisa
- membandingkan
- dan latihan terus-menerus
Kalau kamu berhenti mengandalkan “feeling” dan mulai memahami alasan di balik desain,
skill kamu akan berkembang jauh lebih cepat.
baca artikel sebelumnya:
Hal yang Membuat Desain UI Terlihat Lebih “Mahal” dan Profesional dalam Sekejap





