Awal belajar desain biasanya terasa menyenangkan.
Kamu mulai kenal Figma, coba bikin tampilan aplikasi, ikut tutorial YouTube, dan hasilnya terlihat cukup bagus. Bahkan kadang bikin kamu merasa skill sudah berkembang cepat.
Tapi setelah beberapa bulan, muncul satu fase yang hampir dialami semua desainer pemula:
stuck.
Desain terasa begitu-begitu saja.
Skill seperti tidak naik.
Portfolio belum pede ditunjukkan.
Dan menariknya, banyak orang berhenti belajar UI/UX justru di tahap ini.
Fase yang Hampir Semua Desainer Lewati
Ada pola yang sering terjadi:
-
Belajar tools desain
-
Ikut tutorial
-
Bisa bikin tampilan bagus
-
Mulai bingung harus belajar apa lagi
Di sinilah kebanyakan orang berhenti berkembang.
Masalahnya bukan kamu kurang berbakat.
Masalahnya kamu masuk ke fase transition dari belajar tools ke berpikir sebagai desainer.
Tahap Stuck #1: Terlalu Bergantung pada Tutorial
Tutorial memang membantu di awal.
Tapi kalau terus mengikuti langkah orang lain, kamu sebenarnya hanya meniru proses — bukan memahami alasan desain dibuat.
Tandanya:
-
Desain bagus saat ikut tutorial
-
Bingung saat mulai dari canvas kosong
-
Selalu butuh referensi dulu
Solusinya sederhana tapi tidak nyaman:
mulai desain tanpa tutorial.
Walaupun hasilnya belum sempurna.
Tahap Stuck #2: Fokus ke UI, Lupa UX
Banyak pemula terjebak di visual.
Gradient bagus.
Font modern.
Mockup keren.
Tapi lupa pertanyaan utama:
User sebenarnya butuh apa?
UI menarik memang penting, tapi UX membuat desain terasa masuk akal.
Saat kamu mulai memikirkan user flow, masalah user, dan keputusan desain — skill kamu biasanya langsung naik level.
Tahap Stuck #3: Takut Desain Jelek
Ini fase yang jarang dibahas.
Semakin banyak belajar, semakin sadar desain sendiri belum sebagus desainer lain.
Akhirnya:
-
Overthinking
-
Tidak upload karya
-
Tidak lanjut project
-
Menunda portfolio
Padahal improvement datang dari volume kerja, bukan menunggu sempurna.
Desainer yang berkembang biasanya tetap publish meski belum puas.
Tahap Stuck #4: Tidak Punya Arah Belajar
Banyak orang belajar UI/UX tanpa roadmap.
Hari ini belajar typography.
Besok coba animation.
Lusa lihat design trend.
Akhirnya skill terasa acak.
Coba fokus ke urutan ini:
-
Layout & spacing
-
Hierarchy
-
UX thinking
-
Case study
-
Portfolio
Arah belajar yang jelas bikin progress terasa nyata.
Tahap Stuck #5: Terlalu Banyak Membandingkan Diri
Scroll Dribbble atau Behance terlalu lama bisa bikin mental turun.
Padahal yang kamu lihat biasanya karya desainer dengan pengalaman bertahun-tahun.
Perbandingan yang sehat seharusnya:
Desain kamu hari ini vs desain kamu 3 bulan lalu.
Kalau ada peningkatan, berarti kamu sudah di jalur yang benar.
Tanda Kamu Sebenarnya Sedang Naik Level
Lucunya, fase stuck justru tanda perkembangan.
Biasanya kamu mulai:
-
Lebih kritis melihat desain
-
Sadar kesalahan sendiri
-
Lebih lama mengambil keputusan desain
-
Tidak puas dengan hasil biasa
Itu bukan kemunduran.
Itu tanda mata desain kamu mulai terbentuk.
Cara Keluar dari Fase Stuck
Beberapa hal yang terbukti membantu:
✔ Mulai project pribadi baru
✔ Redesign aplikasi nyata
✔ Upload karya secara konsisten
✔ Minta feedback
✔ Kurangi konsumsi tutorial berlebihan
Kadang yang kamu butuhkan bukan belajar lebih banyak, tapi lebih sering praktik.
Realita yang Jarang Dibilang
Hampir semua desainer pernah ingin berhenti di fase ini.
Perbedaannya cuma satu:
Sebagian berhenti.
Sebagian lanjut sedikit lagi.
Dan biasanya, perkembangan terbesar datang setelah fase stuck tersebut.
Kesimpulan
Kalau kamu merasa skill desain tidak berkembang, kemungkinan besar kamu sedang berada di tahap yang sama dengan banyak desainer lain.
Fase stuck bukan tanda gagal.
Itu bagian dari proses belajar.
Yang penting bukan seberapa cepat kamu berkembang, tapi apakah kamu tetap terus membuat sesuatu.
Karena dalam dunia desain, konsistensi hampir selalu menang dari bakat.
baca artikel sebelumnya:
Portfolio UI/UX Tanpa Pengalaman Kerja: Tetap Bisa Keterima?


