More
    HomeARTIKEL PERSONAL BRANDINGMengapa Skater Zaman Sekarang Wajib Punya Website Portofolio (Bukan Cuma TikTok)

    Mengapa Skater Zaman Sekarang Wajib Punya Website Portofolio (Bukan Cuma TikTok)

    Mari kita jujur sebentar.

    TikTok cepat.
    Instagram ramai.
    Views bisa naik turun seperti grafik jantung.

    Tapi ada satu pertanyaan yang jarang dibahas secara jujur di dunia skate modern:

    “Apa yang tersisa dari nama Anda ketika algoritma berhenti peduli?”

    Di situlah website portofolio masuk.
    Bukan sebagai tren.
    Tapi sebagai pondasi identitas jangka panjang.


    Masalahnya Bukan TikTok. Masalahnya Ketergantungan.

    TikTok itu alat.
    Instagram itu alat.

    Masalah muncul saat:

    • Semua karya Anda tersebar

    • Tidak terkurasi

    • Tidak punya “rumah”

    Hari ini viral.
    Besok tenggelam.

    Dan ketika brand, filmmaker, atau kolaborator serius bertanya:

    “Ada portofolio lengkap?”

    Banyak skater hanya bisa menjawab:

    “Scroll aja feed gue…”

    Itu tidak profesional, meskipun skill Anda legit.


    Website Portofolio = Kendali Penuh atas Narasi Anda

    Website bukan tentang pamer.
    Website adalah tentang kontrol.

    Kontrol atas:

    • Karya mana yang ditampilkan

    • Cerita apa yang ingin Anda sampaikan

    • Bagaimana orang mengenal Anda

    Di website:

    • Anda tidak bersaing dengan konten kucing

    • Tidak dikalahkan video joget

    • Tidak dipotong algoritma

    Orang datang khusus untuk Anda.


    Skater Profesional Dinilai dari Kerapian, Bukan Hanya Trik

    Di level tertentu, skill dianggap default.
    Yang membedakan adalah:

    • Konsistensi

    • Presentasi

    • Cara membawa diri

    Website portofolio menunjukkan bahwa Anda:

    • Serius dengan karier

    • Menghargai karya sendiri

    • Paham dunia profesional

    Ini bukan soal sok elit.
    Ini soal dewasa secara karier.


    Apa Isi Website Portofolio Skater yang Ideal?

    Tidak perlu ribet.
    Justru harus bersih dan fokus.

    Struktur dasar yang kuat:

    • Halaman utama: siapa Anda & vibe skating Anda

    • Video part pilihan (bukan semua)

    • Foto estetik (quality > quantity)

    • Cerita singkat perjalanan Anda

    • Kontak / kolaborasi

    Ingat:
    Website bukan arsip.
    Website adalah kurasi.


    Personal Branding Bukan untuk Semua Orang — Tapi Portofolio Iya

    Tidak semua skater ingin jadi influencer.
    Dan itu tidak masalah.

    Tapi setiap skater yang ingin dihargai karyanya butuh:

    • Tempat yang rapi

    • Tempat yang serius

    • Tempat yang mencerminkan dirinya

    Website memberi ruang itu.

    Tanpa noise.
    Tanpa distraksi.


    Refleksi Jujur: Anda Ingin Diingat Sebagai Apa?

    Sebagai:

    • “Akun yang sempat viral”
      atau

    • “Nama yang punya karya konsisten”?

    Website tidak membuat Anda jago.
    Tapi ia memastikan karya Anda tidak hilang.

    Dan di dunia skate yang bergerak cepat,
    yang bertahan bukan yang paling viral —
    tapi yang punya jejak.


    Penutup: Bangun Rumah, Bukan Sekadar Panggung

    Media sosial adalah panggung.
    Website adalah rumah.

    Panggung bisa sepi.
    Rumah tetap berdiri.

    Jika Anda serius dengan perjalanan skate Anda —
    entah sebagai rider, filmmaker, atau kreator —
    website bukan kemewahan.

    Ia adalah tanda kedewasaan.

    Verell Alie
    Verell Aliehttps://pkl.web.id
    Nama saya Verel Keefi Alie, seseorang yang memiliki ketertarikan besar pada dunia wirausaha, skateboard, muaythai, puisi, kesehatan mental, digital marketing, media sosial, serta kegiatan sosial. Saya dikenal sebagai pribadi yang ceria, tegas, dan penyayang, dengan semangat untuk terus berkembang, mengekspresikan diri lewat karya dan olahraga, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar melalui kreativitas dan kepedulian sosial.

    Must Read

    spot_img