Sekarang, UI/UX Designer bukan cuma dituntut bisa bikin tampilan yang kelihatan rapi dan estetik. Perusahaan lebih peduli sama satu hal, apakah desainnya benar-benar membantu pengguna.
Makanya, skill yang dicari pun nggak melulu soal visual. Kalau kamu lagi belajar UI/UX atau pengin serius berkarier di bidang ini, beberapa skill di bawah ini hampir selalu muncul di lowongan kerja.
1. Paham Pengguna (User Research)
Desain yang bagus biasanya lahir dari pemahaman pengguna yang kuat. Perusahaan suka desainer yang mau cari tahu:
-
siapa penggunanya
-
apa masalah mereka
-
kebiasaan mereka saat pakai produk
Nggak harus selalu ribet, kadang wawancara sederhana atau observasi kecil aja sudah cukup buat dapet insight penting.
2. Bisa Bikin Wireframe dan Prototype
Sebelum masuk ke desain final, wireframe dan prototype jadi alat bantu yang penting. Dari sini, ide bisa diuji lebih cepat tanpa harus nunggu produk jadi.
Figma masih jadi andalan banyak perusahaan, tapi yang paling penting sebenarnya bukan tool-nya, melainkan cara berpikir di balik desainnya.
3. UI Design yang Rapi dan Konsisten
Tampilan tetap punya peran besar. Layout yang berantakan atau warna yang nggak konsisten bisa bikin pengguna bingung.
Perusahaan biasanya mencari desainer yang ngerti dasar-dasar:
-
layout dan grid
-
pemilihan warna
-
tipografi
-
konsistensi antar halaman
Nggak harus “wah”, yang penting nyaman dipakai.
4. Nulis Teks yang Ramah (UX Writing)
Teks kecil seperti tombol, notifikasi, atau pesan error sering disepelekan. Padahal, kata-kata yang tepat bisa bikin pengalaman pengguna jauh lebih baik.
Misalnya, perbedaan antara tombol “Submit” dan “Kirim Pesanan” bisa terasa sepele, tapi dampaknya besar.
5. Mau Ngetes Desain Sendiri
Desain yang belum dites itu masih asumsi. Perusahaan suka UI/UX Designer yang mau:
-
nyobain desainnya ke orang lain
-
dengerin feedback
-
lalu memperbaikinya
Nggak harus pakai tools mahal, testing sederhana pun sudah sangat membantu.
6. Paham Dasar HTML dan CSS
UI/UX Designer memang bukan developer, tapi ngerti dasar HTML dan CSS itu nilai plus. Setidaknya kamu tahu mana desain yang realistis dan mana yang bakal bikin developer pusing.
Komunikasi sama tim dev juga jadi lebih nyambung.
7. Bisa Jelasin Alasan di Balik Desain
Di dunia kerja, kamu sering diminta menjelaskan kenapa desainnya seperti itu. Bukan cuma “karena kelihatan bagus”, tapi:
-
apa masalahnya
-
kenapa solusi ini dipilih
-
dampaknya ke pengguna
Skill problem solving dan cara berpikir ini sangat dihargai perusahaan.
8. Enak Diajak Kerja Tim
UI/UX Designer jarang kerja sendirian. Kamu bakal sering diskusi sama developer, product manager, sampai tim marketing.
Desainer yang komunikatif dan terbuka terhadap masukan biasanya lebih cepat berkembang.
9. Mau Terus Belajar
Dunia UI/UX cepat berubah. Tren, tools, dan kebutuhan pengguna juga ikut berkembang. Perusahaan cenderung memilih desainer yang mau belajar hal baru, bukan yang merasa sudah paling benar.
10. Portofolio yang Cerita, Bukan Cuma Pajangan
Portofolio yang dicari perusahaan bukan yang isinya banyak layar desain, tapi yang bisa cerita:
-
masalah apa yang dihadapi
-
proses berpikirnya
-
solusi yang dibuat
Satu studi kasus yang kuat sering kali lebih berharga daripada sepuluh desain tanpa penjelasan.
Nggak perlu langsung jago semuanya. Fokus dulu ke dasar, pahami cara berpikir UX, lalu kembangkan skill pelan-pelan. Dengan pendekatan yang tepat, peluang jadi UI/UX Designer yang dicari perusahaan akan jauh lebih besar.
baca artikel sebelumnya:
Prinsip UI/UX Website yang Baik agar Pengguna Betah by Fitria Ramadani





