Beberapa tahun terakhir, UI/UX Design menjadi salah satu bidang yang banyak diminati. Banyak orang mulai belajar desain aplikasi karena melihat peluang karier yang cukup menjanjikan.
Di internet juga banyak sekali konten tentang UI/UX, mulai dari tutorial Figma, roadmap belajar, sampai kursus online.
Namun ada satu hal yang cukup sering terjadi:
banyak orang mulai belajar UI/UX, tetapi berhenti di tengah jalan.
Awalnya sangat semangat, tetapi setelah beberapa waktu motivasi mulai turun dan akhirnya berhenti belajar.
Kenapa hal ini bisa terjadi?
1. Ekspektasi Terlalu Tinggi di Awal
Salah satu alasan paling umum adalah ekspektasi yang terlalu tinggi.
Beberapa orang berpikir bahwa setelah belajar UI/UX selama beberapa minggu, mereka sudah bisa membuat desain seperti desainer profesional.
Padahal kenyataannya, desain adalah skill yang membutuhkan waktu untuk berkembang. Bahkan desainer yang sudah bekerja bertahun-tahun pun masih terus belajar hal baru.
Ketika hasil yang didapat tidak sesuai dengan ekspektasi, sebagian orang mulai merasa kecewa dan kehilangan semangat.
2. Terlalu Fokus ke Tools
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah terlalu fokus pada tools seperti Figma.
Memang tools desain penting, tetapi UI/UX bukan hanya soal membuat tampilan yang bagus. Hal yang lebih penting adalah memahami:
-
kebutuhan pengguna
-
alur penggunaan aplikasi
-
cara menyelesaikan masalah pengguna
Jika hanya fokus ke tools tanpa memahami konsep UX, proses belajar bisa terasa membingungkan.
3. Terlalu Banyak Tutorial, Kurang Praktik
Banyak pemula menghabiskan waktu berjam-jam menonton tutorial.
Awalnya terasa seperti belajar, tetapi tanpa praktik, skill desain tidak akan berkembang.
Belajar UI/UX seharusnya lebih banyak praktik dibanding teori. Misalnya:
-
mencoba membuat desain aplikasi sederhana
-
membuat ulang desain aplikasi populer
-
melakukan redesign website tertentu
Dengan latihan seperti ini, kemampuan desain akan berkembang jauh lebih cepat.
4. Tidak Punya Tujuan yang Jelas
Sebagian orang belajar UI/UX hanya karena ikut tren.
Ketika tujuan belajar tidak jelas, motivasi juga mudah hilang. Misalnya hanya sekadar ingin mencoba tanpa benar-benar memahami arah yang ingin dicapai.
Berbeda dengan orang yang memiliki tujuan jelas, seperti:
-
ingin bekerja sebagai UI/UX Designer
-
ingin membuat produk digital sendiri
-
ingin menambah skill desain
Tujuan yang jelas biasanya membuat seseorang lebih konsisten dalam belajar.
5. Tidak Membuat Portfolio
Banyak orang berhenti belajar karena merasa tidak ada perkembangan.
Padahal salah satu cara melihat perkembangan adalah dengan membuat portfolio.
Portfolio membantu kita melihat proses belajar dari waktu ke waktu. Dari proyek pertama sampai proyek berikutnya, biasanya akan terlihat peningkatan kualitas desain.
Selain itu, portfolio juga penting jika suatu saat ingin melamar pekerjaan di bidang UI/UX.
6. Terlalu Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Di media sosial sering terlihat desain yang sangat bagus dari desainer lain.
Hal ini kadang membuat pemula merasa tertinggal atau merasa desainnya tidak cukup bagus.
Padahal setiap orang memiliki proses belajar yang berbeda. Desainer yang terlihat sangat ahli sekarang juga pernah berada di tahap pemula.
Daripada terlalu membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik fokus pada perkembangan diri sendiri.
Kesimpulan
Belajar UI/UX memang menarik, tetapi prosesnya tidak selalu mudah. Banyak orang berhenti di tengah jalan karena ekspektasi yang terlalu tinggi, terlalu fokus pada tools, atau kurang latihan.
Padahal dengan konsistensi dan latihan yang cukup, kemampuan desain bisa berkembang secara bertahap.
Yang paling penting adalah menikmati proses belajar dan terus mencoba membuat desain baru. Dari situlah pengalaman dan insting desain akan terbentuk.
baca artikel sebelumnya:
Berapa Lama Belajar UI/UX Sampai Siap Kerja? Ini Realitanya by Fitria Ramadani


