Hikaru dan Prisha Veyi: Cinta, Rahasia, dan Warisan di Balik Sang Pewaris by Sinta Bela

0
11

Sebelum Naokii Veyi dikenal sebagai pewaris takhta Kekaisaran Veyircon, sebelum namanya menjadi bagian dari sejarah panjang Keluarga Veyi, ada dua orang yang terlebih dahulu membentuk dunia tempat ia dilahirkan.

Mereka adalah Hikaru Veyi, Sang Kaisar Besi, dan Prisha Veyi, Sang Mawar Surgawi.

Di mata rakyat, keduanya tampak seperti pasangan yang sangat berbeda. Hikaru dikenal sebagai seorang penguasa militer dengan tekad sekeras baja, sementara Prisha dikenal karena kelembutan, keanggunan, dan kasih sayangnya. Namun di balik perbedaan tersebut, terdapat sebuah hubungan yang jauh lebih sederhana: mereka adalah dua orang yang benar-benar saling mencintai.

Dan mungkin, tanpa mereka sadari, kisah cinta mereka juga menjadi salah satu bagian kecil yang membentuk kisah Naokii dan Nagi.

  • Di Balik Naokii Veyi: Kisah Cinta Kaisar Besi dan Mawar Surgawi.

Hikaru Veyi dikenal sebagai Kaisar Besi, seorang penguasa militer yang mengerikan dengan pasukan yang seolah sulit dikalahkan. Tekadnya yang keras telah membawa Kekaisaran melewati berbagai konflik, membuat namanya dikenal sebagai sosok yang kuat dan disegani.

Namun, di balik gelar tersebut, Hikaru memiliki sisi yang sangat berbeda ketika berada bersama keluarganya.

Ia adalah seorang ayah yang sangat menyayangi kedua anaknya, Mamoru dan Naokii. Walaupun ia memiliki kedekatan khusus dengan Naokii, kasih sayangnya kepada kedua anaknya tetap sama. Ketika berada di rumah, Hikaru bukan hanya seorang Kaisar.

Ia adalah seorang ayah yang santai, penyayang, dan bahagia ketika bisa menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Sementara itu, Prisha dikenal sebagai Mawar Surgawi, seorang Permaisuri dengan sifat lembut dan penuh kasih. Namun kisah hidupnya tidak sesederhana penampilannya. Prisha berasal dari Devasena Sacred Enclave, sebuah tempat yang memiliki aturan sangat ketat, sementara keluarganya sendiri memiliki masa lalu yang tidak mudah.

Pertemuan Hikaru dan Prisha terjadi dalam sebuah banquet. Dan dari pertemuan itu, justru Hikaru yang terlebih dahulu jatuh cinta.

Bukan karena penampilan Prisha semata, melainkan karena kelembutan dan kepintarannya.

Prisha sendiri kemudian jatuh cinta kepada Hikaru karena melihat sesuatu yang berbeda dari dirinya: ambisi, kemampuan memimpin, dan kasih sayangnya.

Dalam menciptakan hubungan antara Hikaru dan Prisha, aku juga mendapatkan inspirasi dari salah satu pasangan dalam manhwa Accidental Love. Ada beberapa hal dari dinamika pasangan tersebut yang membuatku tertarik ketika membayangkan seperti apa hubungan Hikaru dan Prisha sebagai pasangan, terutama bagaimana dua orang dengan karakter dan latar belakang yang berbeda dapat saling melengkapi.

Namun, Hikaru dan Prisha tetap merupakan karakter original dalam dunia A Husband’s Oath to His Wife. Inspirasi dari Accidental Love menjadi salah satu referensi dalam membangun chemistry dan nuansa hubungan mereka, sementara kepribadian, sejarah, keluarga, serta kisah cinta Hikaru dan Prisha aku kembangkan sendiri sesuai dengan dunia Planet Nebula0015 dan Kekaisaran Veyircon.

Hubungan mereka bahkan sempat dikritik oleh masyarakat. Perbedaan latar belakang Prisha, termasuk asal-usulnya dan warna kulitnya yang gelap, menjadi alasan sebagian orang memandang hubungan mereka dengan sebelah mata.

Namun Hikaru tidak peduli.

Ia tetap memilih Prisha.

Dan yang membuat hubungan mereka semakin menarik adalah kenyataan bahwa pernikahan mereka tidak dibangun sebagai hubungan politik semata. Hikaru benar-benar mencintai istrinya, bahkan dikenal sangat romantis kepadanya.

Kalau mereka bertengkar?

Hikaru yang biasanya dikenal sebagai Kaisar Besi justru menjadi orang yang lebih dulu mengalah. 

Jika harus menggambarkan hubungan mereka hanya dengan satu kata, mungkin kata yang paling tepat adalah soulbound, dua orang yang terasa terikat satu sama lain begitu dalam.

  • Cinta yang Tidak Hanya Berhenti pada Mereka.

Hubungan Hikaru dan Prisha kemudian berkembang menjadi keluarga kecil dengan dua anak: Mamoru, sang putra sulung, dan Naokii, putri bungsu mereka yang lahir delapan tahun setelah kakaknya.

Naokii sendiri ketika masih kecil sangat berbeda dari sosoknya ketika sudah dewasa. Di depan orang tuanya, ia adalah anak yang manja dan aktif. Ia dapat menunjukkan sisi dirinya yang jauh lebih bebas karena berada di tempat yang membuatnya merasa aman.

Dan dari kedua orang tuanya, Naokii paling dekat dengan Hikaru.

Hikaru juga merupakan orang yang paling memahami dirinya.

Sebagai seorang ayah, ia tidak hanya memberikan kasih sayang melalui perkataan. Ia menunjukkannya melalui acts of service, words of affirmation, dan hadiah-hadiah yang diberikan kepada putrinya.

Namun menjadi anak seorang Kaisar sekaligus pewaris Kekaisaran tentu tidak hanya berarti mendapatkan kasih sayang.

Sejak kecil, Naokii telah dipersiapkan untuk menjadi pewaris. Hikaru mengajarinya politik, pertarungan, sihir, kepemimpinan, dan berbagai hal yang dibutuhkan seseorang yang suatu hari akan memegang takhta.

Tetapi ada satu hal yang membuat Hikaru sangat mengkhawatirkan putrinya.

Kutukan yang mengalir dalam darah mereka.

Naokii bukan sekadar anak dari keluarga kerajaan biasa. Garis keturunan Veyi merupakan Garis Keturunan Tercemar, keturunan yang membawa kutukan kuno sekaligus kemampuan luar biasa. Setiap kekuatan yang digunakan memiliki harga, dan sang pewaris menerima beban kutukan yang lebih berat.

Ketika Naokii lahir, tanda pewaris muncul melalui seberkas rambut putih yang terlihat di antara rambutnya. Hikaru dan Prisha langsung memahami apa artinya.

Putri kecil mereka adalah pewaris berikutnya.

Karena itu, perlindungan Hikaru kepada Naokii bukan hanya berasal dari kasih seorang ayah. Ia juga tahu bahwa suatu hari akan ada banyak bahaya yang datang karena posisi putrinya sebagai pewaris.

  • Ketika Dua Keluarga Mempertemukan Dua Anak.

Salah satu bagian paling menarik dari hubungan Hikaru dan Prisha adalah bagaimana mereka memandang hubungan Naokii dengan Nagi Asuka sejak masih kecil.

Hikaru sudah mengenal Nagi dan bahkan menjadi salah satu orang yang melatihnya. Dari awal, ia sudah menyukai Nagi dan sangat supportive terhadap kedekatan mereka.

Bagi Hikaru, Naokii dan Nagi memang terlihat sangat cocok.

Sementara itu, Prisha juga mengetahui kedekatan mereka sejak awal.

Dalam sebuah banquet, ketika Naokii dan Nagi masih sangat kecil, keduanya ditempatkan bersama. Mereka bahkan langsung sibuk dengan dunia kecil mereka sendiri—saling menyentuh, bermain, menggambar, mengobrol dengan bahasa anak-anak yang hanya mereka pahami, hingga akhirnya tertidur berdampingan sambil berpegangan tangan.

Di dekat mereka, Prisha dan Aletheia hanya bisa memperhatikan dengan penuh kasih.

Namun Prisha kemudian mengatakan sesuatu yang ternyata memiliki makna jauh lebih besar daripada yang terlihat.

Ia bertanya kepada Aletheia:

“Jika suatu hari mereka tiba-tiba saling jatuh cinta… menurutmu bagaimana?”

Pertanyaan itu muncul karena Prisha teringat kisah kuno tentang Ren Asuka dan Ai Veyi, dua orang dari keluarga yang sama seperti Naokii dan Nagi.

Pada masa itu, terdapat aturan kuno yang melarang seorang Veyi mencintai seorang Asuka.

Dan Prisha sudah memikirkan kemungkinan bahwa suatu hari kedua anak kecil yang sedang tertidur di hadapannya mungkin akan menghadapi takdir yang sama.

Ia bahkan meminta Aletheia untuk berjanji.

Jika suatu hari Naokii harus memilih antara cinta dan hukuman, Aletheia harus menyampaikan pesan Prisha kepadanya: ia lebih memilih putrinya mencintai dengan jujur daripada hidup dengan aman tetapi membawa penyesalan karena meninggalkan orang yang dicintainya.

Yang menarik, Prisha juga tidak mengatakan bahwa Naokii harus memilih Nagi.

Jika Naokii menemukan orang lain yang benar-benar mencintai dan menghormatinya, Prisha tetap ingin putrinya memilih kebahagiaannya sendiri.

Namun jika pilihan itu adalah Nagi…

Prisha akan memberikan restunya.

Dan mungkin itulah salah satu bentuk kasih sayang terbesar seorang ibu: bukan menentukan siapa yang harus dicintai anaknya, tetapi memastikan bahwa ketika waktunya tiba, anaknya tetap memiliki kebebasan untuk mengikuti hatinya.

  • Warisan Prisha yang Tersembunyi di Dalam Naokii.

Walaupun Naokii mewarisi garis darah Veyi dari Hikaru, ada sesuatu yang jauh lebih besar yang diwarisinya dari Prisha.

Darah Surgawi.

Prisha sebenarnya adalah seorang Archangel.

Asal-usul tersebut menjadi salah satu rahasia besar yang disimpan di balik keluarga Naokii. Karena itu, Naokii tidak hanya membawa darah Kekaisaran Veyi dari ayahnya, tetapi juga darah surgawi dari ibunya.

Warisan Prisha bahkan terlihat dalam penampilan Naokii.

Rambut ash blonde dan mata hijau di sebelah kanan Naokii merupakan salah satu ciri yang diwarisinya dari sang ibu.

Namun warisan terbesar Prisha mungkin bukan sekadar penampilan atau darah.

Prisha memberikan Naokii sebuah pandangan tentang cinta dan kebahagiaan yang tidak hanya didasarkan pada kewajiban.

Dan hubungan Hikaru serta Prisha sendiri menjadi contoh pertama yang dilihat Naokii mengenai bagaimana dua orang dapat saling memilih meskipun dunia memiliki alasan untuk memisahkan mereka.

Sayangnya, Naokii tidak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dewasa bersama kedua orang tuanya.

Hikaru, Prisha, dan Mamoru meninggal ketika Naokii berusia delapan tahun.

Karena itu, mereka tidak pernah melihat bagaimana Naokii akhirnya tumbuh menjadi seseorang yang memiliki senyum berbeda di depan dunia. Mereka juga tidak menyaksikan bagaimana sisi ruthless, pengorbanan, dan tekad Naokii berkembang seiring kehidupannya sebagai pewaris.

Tetapi sebelum mereka pergi, mereka sudah meninggalkan sesuatu yang jauh lebih penting:

cinta, nilai, dan warisan yang akhirnya menjadi bagian dari diri Naokii.

  • Fun Fact!

Meskipun Hikaru dikenal sebagai Kaisar Besi, ternyata ia memiliki kemampuan yang cukup tidak terduga:

Hikaru pandai menari tarian India.

Kemampuan tersebut ia pelajari dari Prisha. Jadi, di balik sosok Kaisar yang keras dan mengerikan, ternyata ada seorang suami yang bersedia belajar tarian dari istrinya. 

Kisah Hikaru dan Prisha mungkin bukan inti utama A Husband’s Oath to His Wife. Cerita utama tetap berpusat pada Naokii Veyi dan Nagi Veyi, hubungan mereka, serta perjalanan mereka menghadapi takdir yang sudah ditentukan sejak mereka masih kecil.

Namun semakin dalam kita melihat keluarga Veyi, semakin jelas bahwa kisah Naokii tidak dimulai ketika ia bertemu Nagi.

Kisah itu dimulai jauh sebelumnya.

Dimulai dari seorang Kaisar yang jatuh cinta kepada seorang wanita yang dianggap berbeda oleh masyarakat.

Dari seorang Permaisuri yang menyimpan rahasia jauh lebih besar daripada yang diketahui Kekaisaran.

Dari dua orang tua yang mencintai anak-anak mereka.

Dan dari seorang ibu yang, bahkan sebelum putrinya memahami arti cinta, sudah berani membayangkan kemungkinan bahwa suatu hari hati Naokii mungkin akan memilih seorang Asuka.

Mungkin itulah alasan mengapa masa lalu keluarga Veyi begitu penting.

Karena untuk memahami siapa Naokii sebenarnya, kita tidak hanya perlu melihat sang pewaris.

Kita juga perlu melihat dua orang yang memberikan darah, cinta, dan takdir kepadanya.

Dan kisah Hikaru serta Prisha hanyalah salah satu dari banyak cerita masa lalu yang perlahan akan membuka rahasia dunia A Husband’s Oath to His Wife.

ARTIKEL KEMARIN TENTANG ”Nagi Veyi dan Sumpah Darah kepada Sang Permaisuri: Makna Imperial Blood Oath dalam A Husband’s Oath to His Wife” : https://pkl.web.id/nagi-veyi-dan-sumpah-darah-kepada-sang-permaisuri-makna-imperial-blood-oath-dalam-a-husbands-oath-to-his-wife-by-sinta-bela/