Melalui buku ini, saya ingin menyampaikan bahwa setiap orang mungkin pernah memiliki seseorang yang begitu berarti dalam hidupnya. Seseorang yang pernah membuat hari-hari terasa berbeda, seseorang yang pernah menjadi tempat berbagi cerita, atau seseorang yang pernah membuat kita memiliki harapan tentang sebuah hubungan.
Namun, tidak semua orang yang kita sayangi bisa selalu berada di sisi kita.
Ada yang akhirnya pergi.
Ada yang hanya hadir untuk sementara.
Ada pula seseorang yang begitu dekat, tetapi hubungan tersebut tidak pernah benar-benar menjadi sesuatu yang bisa kita miliki.
Menurut saya, perasaan seperti itu sangat manusiawi.
Kita bisa saja mengatakan bahwa kita sudah melupakan seseorang. Kita bisa menjalani kehidupan seperti biasa, tertawa bersama orang lain, memiliki kesibukan baru, dan perlahan membangun kehidupan yang berbeda.
Tetapi kenangan tidak selalu hilang hanya karena waktu berjalan.
Terkadang, ada satu nama yang masih tersimpan di dalam hati.
Bukan karena kita tidak ingin melangkah, melainkan karena orang tersebut pernah memiliki tempat yang begitu berarti dalam hidup kita.
Melalui Satu Nama yang Ku Tunggu, saya ingin menyampaikan bahwa tidak semua perasaan harus dipaksakan untuk segera hilang. Ada perasaan yang membutuhkan waktu untuk dipahami.
Ada penantian yang membuat kita belajar tentang kesabaran.
Ada harapan yang mengajarkan kita untuk tetap percaya.
Dan ada kehilangan yang akhirnya mengajarkan kita bahwa mencintai seseorang juga berarti belajar menerima apa pun yang terjadi.
Saya juga ingin pembaca memahami bahwa cinta tidak selalu tentang memiliki seseorang sepenuhnya.
Terkadang, cinta adalah tentang bagaimana seseorang pernah membuat kita merasakan sesuatu yang begitu berarti.
Tentang bagaimana sebuah pertemuan bisa meninggalkan kenangan.
Tentang bagaimana sebuah nama bisa tetap tinggal di ingatan meskipun waktu terus berjalan.
Dan tentang bagaimana seseorang bisa pernah begitu dekat, tetapi pada akhirnya menjadi bagian dari masa lalu.
Saya tidak ingin Satu Nama yang Ku Tunggu hanya menjadi sebuah buku yang selesai dibaca lalu diletakkan kembali di rak.
Saya berharap buku ini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berada dalam fase kehidupan yang sama.
Mungkin kamu sedang menunggu seseorang.
Mungkin kamu sedang belajar melepaskan seseorang.
Mungkin kamu pernah memiliki seseorang yang hampir menjadi bagian dari hidupmu.
Atau mungkin ada satu nama yang sampai sekarang masih kamu ingat, meskipun kamu sudah tidak pernah membicarakannya kepada siapa pun.
Jika kamu pernah merasakan salah satunya, mungkin ada bagian dari Satu Nama yang Ku Tunggu yang terasa dekat dengan perasaanmu.
Sebagai Dewi Komalasari, saya menulis buku ini dengan harapan sederhana: semoga setiap pembaca bisa menemukan sesuatu dari cerita yang saya tuliskan.
Bukan harus menemukan kisah yang sama persis dengan kehidupan sendiri, tetapi menemukan perasaan yang pernah atau sedang dirasakan.
Karena bagi saya, sebuah cerita menjadi lebih berarti ketika pembacanya bisa berkata dalam hati,
“Aku pernah merasakan hal seperti ini.”
Itulah pesan yang ingin saya sampaikan melalui Satu Nama yang Ku Tunggu.
Bahwa setiap orang mungkin memiliki cerita tentang seseorang.
Seseorang yang pernah membuat kita berharap.
Seseorang yang pernah membuat kita menunggu.
Seseorang yang pernah begitu dekat.
Dan mungkin, seseorang yang sampai sekarang masih memiliki satu tempat kecil di dalam hati.
Satu Nama yang Ku Tunggu adalah buku romance tentang cinta, penantian, harapan, dan seseorang yang pernah begitu berarti.
Buku ini saya persembahkan untuk kamu yang pernah menunggu seseorang, pernah menyimpan harapan, pernah merasakan kedekatan yang tidak sempat menjadi sebuah kepastian, atau pernah memiliki satu nama yang sulit dilupakan.
Saya Dewi Komalasari, dan melalui Satu Nama yang Ku Tunggu, saya ingin berbagi sebuah cerita tentang satu nama, satu perasaan, dan sebuah penantian yang mungkin terasa familiar bagi banyak hati.

Setiap karya memiliki cerita. Tapi, bagaimana awal perjalanan saya Temukan ceritanya di artikel sebelumnya: https://pkl.web.id/mengapa-saya-memilih-judul-satu-nama-yang-ku-tunggu-untuk-buku-ini-by-dewi-komalasari/


