Home ARTIKEL PERSONAL BRANDING Mengapa Saya Memilih Judul Satu Nama yang Ku Tunggu untuk Buku Ini?...

Mengapa Saya Memilih Judul Satu Nama yang Ku Tunggu untuk Buku Ini? by Dewi Komalasari

0
4

Setiap buku memiliki cerita di balik proses pembuatannya.

Begitu juga dengan buku yang saya tulis, Satu Nama yang Ku Tunggu.

Mungkin bagi sebagian orang, judul ini terdengar seperti sebuah kalimat sederhana. Namun, bagi saya, ada perasaan yang ingin saya sampaikan melalui beberapa kata tersebut.

Nama.

Menunggu.

Dan seseorang yang pernah begitu berarti.

Saya, Dewi Komalasari, memilih judul Satu Nama yang Ku Tunggu karena saya ingin membawa pembaca ke dalam sebuah perasaan yang mungkin pernah dirasakan banyak orang: ketika ada seseorang yang begitu dekat dengan kehidupan kita, seseorang yang pernah membuat hari-hari terasa berbeda, tetapi pada akhirnya tidak selalu bisa kita miliki.

Ada kalanya seseorang hadir begitu saja.

Berawal dari percakapan sederhana, perhatian kecil, kebersamaan yang tidak direncanakan, hingga akhirnya kehadirannya menjadi sesuatu yang terbiasa kita nantikan.

Tanpa sadar, kita mulai mengingat namanya lebih sering.

Menunggu pesannya.

Menunggu kabarnya.

Menunggu kesempatan untuk bertemu.

Sampai suatu saat, kita menyadari bahwa ternyata ada satu nama yang memiliki tempat berbeda dibanding nama-nama lainnya.

Dari situlah judul Satu Nama yang Ku Tunggu terasa begitu dekat dengan cerita yang ingin saya tuliskan.

Buku ini saya buat untuk menuangkan perasaan tentang seseorang yang pernah begitu dekat, tentang harapan yang pernah tumbuh, dan tentang penantian yang terkadang tidak memiliki kepastian.

Saya ingin menghadirkan sebuah cerita romance yang tidak hanya berbicara tentang jatuh cinta, tetapi juga tentang bagaimana rasanya ketika seseorang menjadi begitu berarti di dalam hidup kita.

Karena menurut saya, cinta tidak selalu tentang memiliki.

Terkadang cinta juga tentang menunggu.

Tentang berharap.

Tentang mengingat.

Dan tentang seseorang yang mungkin sudah tidak berada di sisi kita, tetapi namanya masih tersimpan dalam hati.

Melalui Satu Nama yang Ku Tunggu, saya mencoba menuangkan perasaan-perasaan tersebut ke dalam sebuah cerita.

Saya ingin buku ini memiliki suasana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tentang percakapan yang sederhana, perhatian kecil, rasa nyaman, harapan, dan perasaan yang mungkin sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Mungkin akan ada pembaca yang membaca buku ini dan merasa, “Aku pernah merasakan hal seperti ini.”

Mungkin ada juga yang teringat pada seseorang.

Seseorang yang pernah begitu dekat.

Seseorang yang pernah membuat kita berharap.

Atau seseorang yang sampai sekarang namanya masih tersimpan dalam ingatan.

Itulah alasan saya memilih judul Satu Nama yang Ku Tunggu.

Karena terkadang, dari begitu banyak orang yang pernah hadir dalam hidup kita, ada satu nama yang terasa berbeda.

Satu nama yang pernah kita tunggu.

Satu nama yang pernah kita harapkan.

Dan satu nama yang mungkin tidak mudah kita lupakan.

Sebagai penulis, saya berharap Satu Nama yang Ku Tunggu bukan hanya menjadi sebuah buku yang selesai ditulis, tetapi juga menjadi cerita yang bisa menemani pembacanya.

Terutama untuk kamu yang pernah mencintai seseorang.

Untuk kamu yang pernah menunggu.

Untuk kamu yang pernah memiliki seseorang yang begitu dekat tetapi tidak sempat benar-benar menjadi milikmu.

Dan untuk kamu yang mungkin masih menyimpan satu nama di dalam hati.

Satu Nama yang Ku Tunggu adalah cerita yang saya tulis dengan membawa perasaan-perasaan tersebut.

Sebuah cerita tentang cinta, harapan, kedekatan, dan penantian.

Dan mungkin, setelah membaca buku ini, kamu akan teringat pada satu nama yang pernah atau masih kamu tunggu.

Saya Dewi Komalasari, dan inilah Satu Nama yang Ku Tunggu.

Setiap karya memiliki cerita. Tapi, bagaimana awal perjalanan saya Temukan ceritanya di artikel sebelumnya: https://pkl.web.id/siapa-arka-mahendra-kenali-tokoh-laki-laki-dalam-satu-nama-yang-ku-tunggu-by-dewi-komalasari/