Naokii Veyi adalah salah satu karakter yang sudah aku ciptakan sejak lama, bahkan jauh sebelum aku mempunyai rencana untuk membuat novel. Awalnya, aku sama sekali tidak membayangkan kalau karakter ini suatu hari akan memiliki cerita yang begitu besar sampai akhirnya aku memutuskan untuk menjadikannya bagian dari sebuah novel.
Jadi, Naokii bukanlah karakter yang aku ciptakan khusus untuk novel. Justru sebaliknya, karena Naokii sudah ada lebih dulu, aku kemudian mulai mengembangkan ceritanya sampai akhirnya muncul ide untuk membuat novel yang berfokus pada kisahnya.
Kalau harus mendeskripsikan Naokii dengan beberapa kata, aku akan memilih keibuan, kejam, penyayang, rela berkorban, rendah hati, dan penuh rahasia. Sifat-sifat tersebut memang terlihat bertolak belakang, tetapi semuanya merupakan bagian dari kepribadian Naokii.
Di depan orang yang baru dikenalnya, Naokii cenderung tertutup, tenang, dan memiliki aura seperti seorang permaisuri. Ia tidak mudah menunjukkan dirinya yang sebenarnya kepada orang lain. Ia lebih berhati-hati dalam bersikap dan tidak langsung membuka sisi pribadinya.
Namun, sikap tersebut bisa berubah ketika Naokii berada bersama orang-orang yang sudah dekat dengannya. Ia menjadi lebih tenang, banyak bicara, murah senyum, dan sangat protektif. Ia juga bisa menunjukkan senyum yang benar-benar tulus ketika bersama orang yang ia percaya.
Menariknya, Naokii sebenarnya bukan karakter yang selalu pendiam ataupun selalu banyak bicara. Cara Naokii berbicara sangat bergantung pada siapa orang yang sedang berbicara dengannya. Dengan orang tertentu ia bisa sangat banyak bicara, sedangkan dengan orang yang belum ia percaya, ia bisa menjadi jauh lebih tenang dan menjaga jarak.
Naokii juga termasuk orang yang murah senyum, tetapi tidak semua senyumannya benar-benar menunjukkan perasaan yang ia miliki. Ia bisa tersenyum meskipun sebenarnya ekspresi aslinya lebih sering datar. Hal tersebut menjadi salah satu sisi Naokii yang menurutku menarik, karena apa yang ia tunjukkan kepada orang lain belum tentu sama dengan apa yang sebenarnya ia rasakan.
- Hal-Hal yang Disukai Naokii
Salah satu hal terpenting bagi Naokii adalah keluarganya. Selain itu, ia mempunyai banyak sekali kegiatan yang ia sukai. Naokii menyukai menari, bernyanyi, berakting dalam opera, membuat dan mendesain pakaian, melukis, hingga berlatih bertarung.
Ia juga mempunyai hobi membaca buku dan melihat pertunjukan opera. Dari berbagai hobinya tersebut, bisa terlihat bahwa Naokii bukan hanya mempunyai sisi yang lembut, tetapi juga memiliki sisi kreatif sekaligus aktif.
Untuk makanan, Naokii menyukai buah-buahan, sedangkan minuman favoritnya adalah minuman dingin.
Salah satu kebiasaan unik Naokii adalah cara ia menunjukkan rasa sayangnya kepada orang-orang terdekat. Ia suka membuat makanan untuk kekasih dan anaknya, serta membuat banyak pakaian untuk mereka.
Menurutku, kebiasaan tersebut cukup menggambarkan sisi keibuan dan penyayang yang dimiliki Naokii. Ia bisa menunjukkan rasa sayangnya melalui hal-hal sederhana tanpa harus selalu mengatakannya secara langsung.
Naokii juga bisa merasa senang karena hal-hal kecil. Cuaca hujan yang tenang adalah salah satu hal yang ia sukai. Selain itu, ia juga senang ketika mendapatkan kain baru untuk membuat pakaian. Sebagai karakter yang suka mendesain baju, kain baru tentu bisa menjadi sesuatu yang menarik baginya.
Sebaliknya, ada beberapa hal yang sangat bisa membuat Naokii marah. Salah satunya adalah ketika ada orang yang menyakiti kekaisarannya, terlebih lagi jika yang disakiti adalah anaknya atau orang yang sangat ia sayangi.
Dan ada satu orang yang sangat penting bagi Naokii, yaitu Nagi.
Hal yang paling ia takutkan bukanlah sesuatu yang berkaitan dengan dirinya sendiri, melainkan kehilangan orang-orang yang ia sayangi. Ketakutan tersebut menjadi salah satu sisi yang membuat Naokii terasa lebih manusiawi di balik sifatnya yang kuat.
- Gaya dan Desain Naokii
Dalam hal berpakaian, Naokii memiliki gaya yang modis dan bergaya. Aku ingin penampilannya tetap terlihat memiliki karakter yang kuat sekaligus sesuai dengan kepribadiannya.
Naokii juga mempunyai beberapa aksesori khas. Salah satunya adalah mahkota-mahkota yang ia buat sendiri, termasuk mahkota bunga. Ia juga menggunakan hiasan bergaya Jepang dan memiliki sebuah kalung jam yang di dalamnya terdapat gambar lukisan Nagi.
Detail-detail tersebut sengaja aku masukkan supaya desain Naokii tidak hanya terlihat bagus secara visual, tetapi juga mempunyai hal-hal kecil yang terasa personal.
Kalau ditanya bagian desain Naokii yang paling aku sukai, jawabannya adalah rambutnya. Rambut merupakan salah satu bagian yang paling aku suka dari desain karakter ini.
Untuk inspirasi penampilan Naokii, aku mengambil beberapa referensi dari karakter yang aku sukai. Salah satunya adalah Kawaii-Chan dari serial MyStreet milik Aphmau, serta Rudbeckia de Borgia dari komik Korea How to Win My Husband Over.
Kawaii-Chan :

Rudbeckia de Borgia :

Tentu saja, inspirasi tersebut kemudian aku kembangkan lagi menjadi desain Naokii versiku sendiri.
Menariknya, bukan hanya penampilan Naokii yang memiliki sedikit unsur dari diriku. Beberapa hobinya juga terinspirasi dari hobiku sendiri. Karena itu, mungkin ada bagian tertentu dari Naokii yang terasa dekat denganku.
- Dari Mana Nama “Naokii Veyi” Berasal?
Nama Naokii Veyi sendiri juga mempunyai cerita di balik pembuatannya.
Sebelum memilih nama Naokii, aku sempat mempertimbangkan beberapa nama lain, yaitu Naomi dan Sunya. Namun, pada akhirnya aku memilih nama Naokii.
Aku sengaja menggunakan dua huruf i di bagian akhir supaya namanya terdengar lebih unik dan mempunyai ciri khas tersendiri.
Nama tersebut juga mempunyai makna yang aku pilih untuk mendukung karakter Naokii. Bagian “Nao” dimaknai sebagai sesuatu yang lurus, jujur, atau langsung, sedangkan “Ki” memiliki makna yang berkaitan dengan pohon.
Naokii juga mempunyai nama panggilan “Nana”. Nama panggilan tersebut memiliki fakta menarik tersendiri karena terinspirasi dari Aphmau, seorang kreator konten Minecraft yang dikenal melalui berbagai serial cerita dan permainan peran.
Aku sangat menyukai serial MyStreet, terutama karakter Kawaii-Chan, yang kemudian diketahui mempunyai nama asli Nana Ashida. Dari situlah inspirasi nama panggilan “Nana” untuk Naokii muncul.
- Naokii Sebelum Menjadi Karakter Novel
Hal yang paling penting untuk aku jelaskan adalah bahwa Naokii sudah ada jauh sebelum novel ini dibuat.
Aku tidak menciptakan Naokii karena ingin membuat novel. Pada awalnya, aku hanya menciptakan Naokii sebagai karakter dari imajinasiku sendiri. Seiring berjalannya waktu, karakter tersebut terus berkembang dan memiliki semakin banyak detail.
Sampai akhirnya, aku sendiri tidak menyangka bahwa suatu hari Naokii akan menjadi bagian dari sebuah novel.
Novel yang sekarang aku buat memang akan lebih berfokus pada kisah cinta Naokii dan Nagi, tetapi cerita tentang Naokii sebenarnya tidak hanya berhenti di novel tersebut.
Aku juga ingin menceritakan berbagai bagian dari dunia, karakter, dan cerita mereka melalui Instagram dan TikTok. Jadi, orang-orang nantinya tidak hanya bisa mengenal Naokii melalui novel, tetapi juga melalui berbagai konten yang aku buat.
Dengan begitu, novel ini bukan awal dari keberadaan Naokii. Novel hanyalah salah satu bentuk dari cerita yang akhirnya aku buat untuk karakter yang sudah lama hidup di dalam imajinasiku.
- Kenapa Aku Menciptakan Naokii?
Alasan terbesar aku menciptakan Naokii sebenarnya cukup personal.
Naokii adalah sosok yang ingin aku jadikan diriku sendiri ketika aku sudah besar nanti.
Aku ingin menjadi seseorang yang kuat secara fisik maupun mental, mempunyai kemampuan yang bisa aku kuasai dengan baik, dan mampu menjalani berbagai hal dengan percaya diri.
Aku juga membayangkan Naokii sebagai seseorang yang memiliki hubungan keluarga yang penuh dengan kepercayaan, kasih sayang, dan saling menjaga. Ia mempunyai kekasih dan anak yang benar-benar saling menyayangi serta mempercayai satu sama lain.
Selain itu, aku ingin Naokii mempunyai kemampuan untuk menguasai berbagai hobinya secara profesional, bukan hanya sekadar menyukai atau mencobanya.
Karena itulah, Naokii menjadi lebih dari sekadar karakter yang aku gambar. Ia merupakan gambaran dari sosok yang aku kagumi dan ingin aku capai di masa depan.
Aku tidak tahu sejak awal kalau Naokii nantinya akan berkembang sejauh ini. Aku hanya menciptakannya, terus menggambar dan mengembangkan dirinya, sampai akhirnya karakter tersebut memiliki dunia dan cerita sendiri.
Dan sekarang, karakter yang sudah lama aku ciptakan itu akhirnya mendapatkan kesempatan untuk diceritakan dalam sebuah novel.
Naokii bukan lahir dari novel. Novel-lah yang akhirnya menjadi salah satu tempat untuk menceritakan Naokii.
ARTIKEL KEMARIN TENTANG ”Kegiatan ke DISPUSIPDA JABAR dan Review Buku Romeo dan Julia” : https://pkl.web.id/kegiatan-ke-dispusibda-jabar-dan-review-buku-romeo-dan-julia-sinta-bela/





