Presentation Skill / Teknik Presentasi Untuk Anak PKL Ala Vinda

0
141

Halo temen-temen. Selamat datang kembali di artikel tentang tips kehidupan untuk anak PKL ala Vinda. Kali ini aku akan membagikan beberapa teknik presentasi untuk temen-temen semua. Baca sampai selesai ya, karena ini pasti berguna untuk kamu.

Coba siapa disini yang waktu lagi PKL tiba-tiba ditugaskan oleh pembimbing untuk mempresentasikan hasil kerjanya? Hayo kaget ga waktu disuruh presentasi? Bingung gimana cara presentasi? Apa aja ya yang harus dipersiapkan saat presentasi?  Cara biar presentasinya ga membosankan gimana ya? Tenang temen-temen, di artikel kali ini aku akan ngasih tau beberapa teknik presentasi buat kamu.

Sebelum ke teknik presentasinya, aku mau membahas dulu tentang presentasi. Sebenarnya presentasi itu apa ya? Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan orang banyak atau salah satu bentuk komunikasi berupa kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat atau informasi kepada orang lain. Tujuan dari presentasi bermacam-macam, misalnya untuk membujuk, untuk memberikan informasi atau untuk meyakinkan. Tetapi secara garis besar, kebanyakan presentasi dirancang untuk menjual (to sell), untuk menjelaskan (to explain )atau untuk memotivasi (to motivate).

Ada hal penting yang kamu harus tahu, yaitu presentasi akan berjalan dengan sangat baik apabila kamu menguasai  presentation skill. Apa itu Presentation skill? Presentation skill merupakan salah satu bagian dari public speaking yang merupakan suatu pengetahuan dan keahlian, sehingga siapapun bisa melakukan dan memiliki keahlian ini. Dengan mempelajari presentation skill maka kamu akan mengetahui skill apa saja yang harus kamu kuasai ketika presentasi. Nah di artikel ini aku akan membahas tentang presentation skill ini, lebih tepatnya akan membahas ke bagian teknik presentasinya.

Berikut adalah beberapa teknik presentasi agar proses presentasi berjalan dengan terencana, terarah dan teratur. Ada 4 tahapan dalam presentasi yaitu:

  1. Planning (Perencanaan).

Tahapan pertama dalam melakukan presentasi adalah planning atau persiapan. Kamu dapat mempertimbangkan hal-hal berikut ketika melakukan persiapan presentasi :

      1. Understanding Audience (Memahami Pendengar).

Ketika akan melaksanakan presentasi, kamu harus mengetahui terlebih dahulu siapa pendengarnya, apa yang ingin mereka dapatkan dan pelajari dari presentasi kamu. Ini penting agar kamu dapat menempatkan pembicaraan sesuai dengan tingkat pengetahuan audience. Misalnya, jika kamu mengira audience memiliki pengetahuan yang kurang, bisa-bisa materi presentasi terkesan merendahkan mereka. Apalagi jika kamu menganggap audience memiliki pengetahuan yang tinggi padahal tidak, yang terjadi adalah audience menjadi bingung akibat mereka tidak paham mengenai istilah-istilah yang digunakan oleh kamu.

Kamu juga perlu memperhatikan  tentang Needs (Kebutuhan) dan Wants (Keinginan) dari audience.  Dengan mengetahui keinginan audience, kamu bisa memberikan materi presentasi seusai dengan keinginan audience sehingga audience merasa puas dengan presentasi yang kamu sampaikan, kamu juga perlu memperhatikan kebutuhan audience, maka dengan itu kamu dapat menghubungkan relevansi presentasi dengan kebutuhan-kebutuhan atau masalah mereka. Kamu dapat memberikan bukti untuk meyakinkan.

2. Message to be Delivered (Pesan yang akan Disampaikan)

Jangan lupakan tentang pesan yang akan disampaikan. Terkadang audience tidak dapat menentukan mana pesan yang terpenting karena terlalu banyak pesan yang disampaikan. Maka dari itu, ingat terus pesan penting yang akan disampaikan.

3. Presentation Room

Cek ruang presentasi terlebih dahulu. Pastikan letak (lay out), tempat duduk, pencahayaan dan peralatan lainnya. Perhatikan baik-baik peralatan yang kamu butuhkan ketika presentasi seperti laptop, buku, dan lainnya. Jangan sampai ada yang tertinggal.

  1. Delivering Presentation (Penyampaian Materi Presentasi)

Delivering adalah bagaimana kamu menyampaikan materi presentasinya. Dalam suatu presentasi umumnya terdapat suatu struktur. Struktur dasar presentasi yang paling umum adalah sebagai berikut :

      1. Opening (Pembukaan)
        Buat pembukaan presentasi yang dapat menarik perhatian positif dari audience.
      2. Message (Pesan)
        Setelah memahami audience dan mendapatkan informasi mengenai audience, selanjutnya adalah menyampaikan pesan/informasi yang akan kamu presentasikan dengan sangat baik.
      3. Evidence (Bukti)
        Penggunaan bukti adalah bagian penting dari presentasi yang efektif. Pertanyaan yang sering timbul dalam pikiran audience meskipun jarang ditanyakan adalah: “kenapa saya harus percaya pada pembicara?” atau “kenapa saya harus mendengarkan pembicara?”.  Saat kamu perlu meyakinkan audience mengenai pembicaraan kamu ketika presentasi, cara yang terbaik adalah dengan memaparkan bukti. Bukti merupakan alat ampuh karena dapat memberi argumen dan menumbangkan keraguan dengan cepat.
  1. Handling Questions and Answer (Menangani Sesi Tanya Jawab)

Sesi tanya jawab dilakukan setelah presentasi selesai. Dengan adanya sesi tanya jawab, maka akan memperjelas pesan presentasi, memperkuat pokok-pokok bahasan, menjadi kesempatan bagi kamu untuk menambah bukti dan contoh, dan mendorong timbulnya interaksi antara pembicara dan audience.

Aku tau pasti kebanyakan dari kalian merasa bahwa sesi ini adalah sesi yang menakutkan, karena kita akan diberikan beberapa pertanyaan dari audience. Gausah panik temen-temen, aku punya beberapa tip yang dapat membantu kamu nih:

      1. Membatasi waktu sesi tanya jawab
      2. Jika kamu tidak bisa menjawab, ada beberapa pilihan yang bisa diterapkan :
        • Bersikap jujur kepada audience, biasanya audience akan mengerti dan menghargai hal tersebut
        • Kamu bisa menawarkan untuk mencarikan jawabannya
          Contoh : “Sepertinya pertanyaan anda memerlukan data yang akurat yang harus saya cari terlebih dahulu.  Untuk sementara, saya catat dulu pertanyaannya dan akan segera saya berikan jawabannya melalui e-mail”
        • Berikan sumber-sumber yang mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut
          Contoh : “Pertanyaan yang sangat bagus ibu, tapi mohon maaf, pertanyaan ibu sangat detil, saya tidak punya kapasitas untuk menjawabnya. Tapi saya tahu sumber yang dapat dipercaya untuk menjawab keingintahuan ibu. Silahkan membuka link berikut ini…….(sebutkan nama situsnya)”
        • Tanyakan saran dari audience lain
          Contoh : “Pertanyaan yang sangat menarik, sayang sekali saya tidak mengetahui pengetahuan sejauh itu tentang masalah ini, atau barangkali ada diantara hadirin ada yang mau memberikan pendapat dan berbagi ilmu dengan kita di sini?”
  1. Closing Presentation (Penutupan Presentasi).

Cara dan apa yang kamu  ungkapkan pada saat menutup presentasi adalah bagian yang tidak kalah penting dari semua bagian presentasi. Bahkan ada yang berpendapat bahwa bagian inilah bagian yang terpenting dari suatu presentasi. Menutup presentasi juga harus mengandung kesimpulan dari tujuan presentasi. Coba untuk berikan penutupan yang akan diingat terus oleh audience.

Nah itu beberapa teknik presentasi yang bisa kalian pelajari dan terapkan. Memang akan sulit untuk melakukan presentasi dengan baik untuk pertama kali, tetapi dengan banyaknya berlatih dan mencari ilmu tentang public speaking maka kemampuan presentasi akan terus meningkat. Terima kasih sudah membaca artikel ini sampai selesai. Semoga tips di artikel aku kali ini bermanfaat untuk kamu, jangan lupa diterapkan ya. Sampai ketemu di artikel tentang tips kehidupan anak PKL ala Vinda yang lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here