Dari Tidak Menyukai Puisi hingga Jatuh Cinta pada Kata-Kata Sapardi Djoko Damono by Chesa

0
3

Dulu, saya bukan seseorang yang menyukai puisi. Bagi saya, puisi terasa cukup sulit untuk dinikmati. Bahasa yang digunakan terkadang terasa terlalu dalam dan memiliki makna yang tidak langsung saya pahami.

Karena itu, saya lebih sering melewati puisi daripada membacanya.

Namun, pandangan saya tentang puisi perlahan berubah ketika saya mulai mengenal karya-karya Sapardi Djoko Damono. Awalnya saya hanya mencoba mendengarkan dan membaca beberapa puisinya. Tanpa saya sadari, saya mulai menikmati cara beliau menyampaikan sesuatu melalui kata-kata.

Ada sesuatu yang berbeda ketika saya membaca atau mendengarkan puisi karya Sapardi. Kata-katanya membuat saya tidak hanya membaca, tetapi juga mencoba merasakan dan memahami apa yang ingin disampaikan. Dari situlah saya mulai jatuh cinta pada puisi.

Saya memang belum membaca semua karya Sapardi Djoko Damono. Namun, dari beberapa puisi yang sudah saya baca dan dengarkan, saya mulai menemukan karya yang membuat saya semakin tertarik. Salah satunya adalah “Aku Ingin”.

Ketika membaca puisi “Aku Ingin”, saya merasa cara kata-katanya disusun begitu sederhana, tetapi tetap terasa indah dan memiliki makna. Puisinya juga terasa enak ketika dibaca maupun didengarkan. Alur kata-katanya membuat saya dapat menikmati puisi tersebut tanpa merasa sedang membaca sesuatu yang sulit.

Dari situlah saya mulai menyadari bahwa puisi ternyata tidak selalu harus terasa rumit. Puisi juga bisa dinikmati melalui cara kita membaca, mendengarkan, dan merasakan kata-kata yang disampaikan.