Dalam A Husband’s Oath to His Wife, keluarga memiliki peran besar dalam membentuk perjalanan setiap karakter. Di balik sosok Naokii Veyi sebagai pewaris Kekaisaran dan Nagi Asuka sebagai pewaris Klan Asuka, terdapat saudara-saudara yang memberikan warna berbeda dalam kehidupan mereka. Mamoru Veyi, kakak Naokii, tumbuh sebagai sosok yang sangat protektif dan penuh kasih sayang terhadap adiknya. Sementara itu, Aridna Asuka, adik Nagi, tumbuh sebagai gadis yang tenang, cerdas, dan sangat dekat dengan kakaknya.
Meskipun berasal dari keluarga yang berbeda, Mamoru dan Aridna sama-sama memiliki hubungan penting dengan Naokii dan Nagi. Mereka bukan karakter yang dibuat untuk mengambil alih cerita utama, tetapi keberadaan mereka membantu menunjukkan sisi keluarga dari kedua tokoh tersebut. Bahkan, masing-masing hubungan kakak-adik ini memiliki inspirasi sibling dynamic yang berbeda, yaitu hubungan Aisha dan Ysis dari Into the Light, Once Again untuk Naokii dan Mamoru, serta hubungan Izek dan Ellen/Ellenia dari How to Get My Husband on My Side untuk Nagi dan Aridna.
- Mamoru Veyi: Kakak yang Selalu Berdiri di Sisi Naokii.
Sebagai kakak laki-laki Naokii, Mamoru Veyi memiliki hubungan yang sangat dekat dengan adiknya. Ia memiliki tiga sifat utama yang paling menggambarkan dirinya: protektif, brotherly, dan loving. Mamoru tidak hanya melihat Naokii sebagai adik kecilnya, tetapi juga sebagai seseorang yang kelak akan memikul tanggung jawab besar sebagai pewaris Kekaisaran.
Karena itu, Mamoru menjalankan dua peran sekaligus. Ia adalah kakak yang melindungi Naokii, tetapi juga menjadi mentor yang membimbingnya. Ia memperlakukan Naokii dengan penuh kasih sayang, namun tetap menghormatinya sebagai pewaris. Baginya, melindungi Naokii bukan berarti menganggap adiknya lemah. Justru ia ingin memastikan Naokii dapat tumbuh menjadi seseorang yang kuat tanpa harus menghadapi semuanya sendirian.
Hubungan Mamoru dan Naokii memiliki inspirasi tersendiri dari manhwa Into the Light, Once Again, khususnya dynamic Aisha dan Ysis. Inspirasi tersebut terletak pada hubungan kakak-adik yang memiliki ikatan emosional kuat, kasih sayang keluarga, dan sisi protektif seorang kakak terhadap adiknya.
Namun, Mamoru dan Naokii tetap memiliki cerita mereka sendiri. Mamoru bukan Ysis, dan Naokii bukan Aisha. Inspirasi tersebut hanya menjadi dasar untuk membangun nuansa hubungan mereka sebagai kakak dan adik.
Hal yang paling kuat dari hubungan mereka adalah pengorbanan Mamoru. Ia adalah seseorang yang rela mengorbankan dirinya demi Naokii. Sayangnya, waktu yang mereka miliki bersama sangat singkat. Mamoru meninggal ketika Naokii baru berusia delapan tahun, saat dirinya berusia enam belas tahun.
Meskipun Mamoru telah pergi, pengaruhnya tidak pernah benar-benar hilang dari kehidupan Naokii. Ketika Naokii telah dewasa dan menghadapi momen-momen besar dalam hidupnya, ia masih mengingat keluarganya, termasuk tawa Mamoru yang menjadi bagian dari kenangan masa kecilnya.
Bahkan pada hari pernikahan Naokii, Aletheia mengingatkan bahwa Mamoru pasti akan merasa bangga kepada adik kecil yang dahulu selalu berusaha ia lindungi.
Karena itulah, Mamoru dapat digambarkan sebagai “The Shield of the Imperial Heir” seorang kakak yang keberadaannya mungkin singkat, tetapi kasih sayangnya meninggalkan bekas yang panjang dalam kehidupan Naokii.
- Mamoru dan Nagi: Persahabatan di Antara Dua Keluarga.
Selain menjadi kakak yang sangat dekat dengan Naokii, Mamoru juga memiliki hubungan yang baik dengan Nagi Asuka. Keduanya adalah teman dekat, sehingga hubungan mereka bukan hanya sebatas karena keluarga Veyi dan Klan Asuka memiliki ikatan sejarah.
Mamoru mengenal Nagi sebagai seorang anak dari Klan Asuka sebelum Nagi akhirnya tumbuh menjadi pewaris dan kemudian Tuan Klan. Pada masa itu, mereka dapat berinteraksi sebagai dua anak laki-laki yang tumbuh di lingkungan keluarga bangsawan dan militer yang saling berkaitan.
Namun, hubungan tersebut juga memiliki sisi tragis karena Mamoru meninggal ketika Naokii masih sangat muda. Ia tidak pernah melihat Naokii tumbuh dewasa, tidak pernah melihat Nagi mengambil posisi sebagai Tuan Asuka, dan tidak pernah menyaksikan hubungan Naokii dan Nagi berkembang menjadi seperti yang akhirnya terjadi.
Dengan demikian, Mamoru menjadi bagian dari masa lalu Naokii dan Nagi seseorang yang pernah mengenal mereka sebelum perjalanan hidup keduanya berubah begitu jauh.
- Aridna Asuka: Adik Kecil yang Tenang, Cerdas, dan Menggemaskan.
Jika Mamoru merupakan kakak yang berdiri di depan Naokii, maka Aridna Asuka berada di sisi lain sebagai adik dari Nagi.
Aridna lahir ketika Nagi berusia tujuh tahun. Sejak kecil, keduanya memiliki hubungan yang sangat dekat. Aridna tumbuh sebagai gadis yang adorable, calm, dan smart, dengan kepribadian yang lebih lembut dibandingkan sosok Nagi yang harus mempersiapkan diri untuk menjadi Tuan Klan Asuka.
Aridna sangat menyayangi kakaknya. Ia juga memahami bahwa posisi Nagi sebagai pewaris Klan Asuka bukanlah sesuatu yang ringan. Karena itu, meskipun ia bangga terhadap kakaknya, Aridna juga khawatir terhadap masa depan Nagi dan beban yang harus ia tanggung sebagai Tuan Asuka.
Hubungan Nagi dan Aridna memiliki inspirasi yang berbeda dari Mamoru dan Naokii. Dynamic mereka terinspirasi dari Izek dan Ellen/Ellenia dalam manhwa How to Get My Husband on My Side.
Yang menjadi inspirasi bukanlah keseluruhan cerita mereka, melainkan nuansa hubungan kakak laki-laki dan adik perempuan yang dekat, saling peduli, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap keluarga.
Nagi memiliki posisi sebagai kakak yang harus memikul tanggung jawab besar, sedangkan Aridna menjadi adik yang tetap memperhatikan keadaan kakaknya. Ia dapat melihat bahwa di balik sosok Nagi yang kuat dan tenang, terdapat seseorang yang juga memiliki beban.
Tetapi sekali lagi, Nagi dan Aridna tetap memiliki identitas mereka sendiri. Inspirasi Izek dan Ellen hanya digunakan untuk membangun dasar hubungan saudara mereka.
- Aridna, Naokii, dan Siren’s Voice.
Selain memiliki hubungan dekat dengan Nagi, Aridna juga mempunyai hubungan yang sangat baik dengan Naokii. Bahkan, salah satu fakta paling menggemaskan tentang dirinya adalah bahwa kata pertama Aridna adalah “Naokii.”
Sejak kecil, Aridna telah mengetahui kedekatan Naokii dan Nagi. Ia melihat hubungan mereka berkembang dari masa kanak-kanak dan menjadi salah satu orang yang mendukung kedekatan tersebut. Aridna dapat menjadi sosok yang mendukung, menggoda, dan bahkan menjadi salah satu shipper pertama untuk kakaknya dan Naokii.
Namun, hubungan Aridna dan Naokii menjadi jauh lebih spesial karena Naokii memberikan sebuah kekuatan langsung kepadanya.
- Fun Fact: Siren’s Voice Diberikan oleh Naokii.
Siren’s Voice milik Aridna bukanlah kekuatan bawaan. Kekuatan tersebut diberikan langsung oleh Naokii kepada Aridna.
Siren’s Voice memungkinkan suara Aridna memengaruhi pikiran dan emosi seseorang. Ia dapat digunakan untuk menenangkan, mengalihkan perhatian, memaksa seseorang berhenti, bahkan menghasilkan gelombang suara destruktif. Namun, semakin kuat emosi Aridna, semakin berbahaya kekuatan tersebut sehingga ia harus berhati-hati ketika bernyanyi atau berteriak.
Yang membuat kemampuan ini semakin bermakna adalah alasan di balik pemberiannya.
Naokii memberikan Siren’s Voice kepada Aridna sebagai bentuk perlindungan.
Jadi, kekuatan tersebut bukan sekadar kemampuan tambahan bagi Aridna. Ia menjadi salah satu bentuk kasih sayang Naokii kepadanya. Jika dahulu Mamoru menjadi seseorang yang melindungi Naokii, maka Naokii kemudian memberikan Aridna sebuah kekuatan agar Aridna juga memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri.
Selain Siren’s Voice, Aridna memiliki kemampuan seperti Moonveil, Asuka Thread, Dreamweaver, dan Lullaby of the Asuka. Kombinasi Siren’s Voice + Moonveil + Dreamweaver membuat Aridna memiliki kesan yang lembut dan elegan, tetapi sebenarnya dapat menjadi sangat berbahaya ketika menggunakan kekuatannya secara maksimal.
- Dua Dynamic, Dua Inspirasi, Satu Keluarga.
Pada akhirnya, Mamoru, Naokii dan Nagi, Aridna memiliki inspirasi yang berbeda, dan hal tersebut memang menjadi bagian dari konsep karakter mereka.
Naokii Veyi Ă— Mamoru Veyi
Inspirasi: Aisha Ă— Ysis dari Into the Light, Once Again
-> Fokus pada kasih sayang kakak-adik, perlindungan, kedekatan emosional, mentoring, dan pengorbanan seorang kakak untuk adiknya.

Nagi Asuka Ă— Aridna Asuka
Inspirasi: Izek Ă— Ellen/Ellenia dari How to Get My Husband on My Side
-> Fokus pada kedekatan saudara, kepedulian terhadap keluarga, seorang kakak dengan tanggung jawab besar, dan adik yang memperhatikan keadaan kakaknya.

Kedua inspirasi tersebut tidak membuat karakter-karakter ini menjadi salinan dari karakter manhwa yang menjadi referensi. Mamoru tetap Mamoru, Naokii tetap Naokii, Nagi tetap Nagi, dan Aridna tetap Aridna. Mereka memiliki dunia, latar belakang, kepribadian, dan perjalanan masing-masing di A Husband’s Oath to His Wife.
Yang menarik justru bagaimana kedua hubungan tersebut saling mencerminkan.
Mamoru melindungi Naokii.
Kemudian, bertahun-tahun setelahnya, Naokii memberikan kekuatan kepada Aridna untuk melindunginya.
Mamoru adalah kakak yang meninggalkan sebuah kenangan perlindungan dalam hidup Naokii, sedangkan Aridna adalah adik yang terus tumbuh di sisi Nagi dan Naokii. Keduanya mungkin bukan pusat dari kisah utama, tetapi mereka membantu menunjukkan bahwa di balik seorang pewaris dan seorang pelindung, selalu ada keluarga yang menjadi bagian dari alasan mereka mampu terus berdiri.
Dan pada akhirnya, mungkin itulah arti sebenarnya dari mereka dalam cerita:
Ada kakak yang memberikan perlindungan. Ada adik yang memberikan kepedulian. Dan ada keluarga yang tetap meninggalkan jejak, bahkan ketika waktu terus berjalan.
ARTIKEL KEMARIN TENTANG ”Takeshi dan Aletheia Asuka: Cinta yang Ditempa dari Sumpah dan Takdir” : https://pkl.web.id/takeshi-dan-aletheia-asuka-cinta-yang-ditempa-dari-sumpah-dan-takdir-by-sinta-bela/




