Menciptakan desain baju fantasi adalah proses mengubah sebuah ide dan imajinasi menjadi bentuk visual yang dapat diwujudkan sebagai karya art. Dalam prosesnya, seorang artist dapat bebas membayangkan berbagai bentuk pakaian yang tidak harus mengikuti desain fashion sehari-hari, seperti gaun panjang, kain yang menjuntai, lengan dengan bentuk unik, ornamen bunga, aksesori, hingga berbagai detail yang memberikan kesan fantasi. Semuanya bisa dimulai dari sebuah bayangan sederhana di dalam pikiran, kemudian dituangkan melalui sketsa dan dikembangkan sedikit demi sedikit sampai menjadi desain yang lebih matang.

Aku sendiri mencoba memulai desain dari membayangkan karakter yang akan menggunakan pakaian tersebut. Dari situ aku menentukan kesan yang ingin diberikan, yaitu pakaian yang terlihat elegan, feminin, dan memiliki nuansa fantasy. Setelah mendapatkan gambaran tersebut, aku mulai membuat sketsa menggunakan pensil di atas kertas. Aku tidak langsung memikirkan hasil akhir secara detail, tetapi lebih dulu menentukan bentuk tubuh, pose, siluet pakaian, panjang kain, serta bagian-bagian utama dari kostumnya. Dengan cara seperti ini, aku bisa lebih mudah melihat apakah desain yang ada di dalam imajinasi sudah terlihat sesuai ketika dituangkan ke dalam gambar.

Pada contoh karya yang aku buat, terlihat karakter perempuan dengan pakaian panjang yang memiliki beberapa bagian kain menjuntai. Bagian atas pakaian dibuat dengan model yang cukup terbuka pada bagian bahu, kemudian terdapat detail pada bagian dada dan ornamen bunga di sekitar pinggang. Bagian bawah pakaian dibuat panjang sehingga memberikan kesan lebih anggun dan dramatis. Aku juga memberikan beberapa detail pada bagian lengan, kaki, dan sepatu agar desain karakter terlihat lebih lengkap. Meskipun gambar tersebut masih berupa sketsa pensil, dari sketsa tersebut sudah mulai terlihat gambaran mengenai pakaian fantasi yang ingin aku kembangkan menjadi sebuah karya art.

Dalam proses membuat desain tersebut, aku juga mengambil sedikit inspirasi dari kreator lain. Menurutku, melihat karya artist lain dapat membantu ketika sedang mencari ide mengenai bentuk pakaian, ornamen, atau cara menggabungkan berbagai elemen dalam sebuah desain. Namun, inspirasi tersebut tidak aku jadikan sebagai sesuatu yang harus disalin secara keseluruhan. Aku mengambil beberapa hal yang menurutku menarik, kemudian mengembangkannya kembali berdasarkan imajinasi dan style yang ingin aku gunakan. Menurutku, mencari inspirasi dari karya orang lain merupakan bagian dari proses belajar, selama kita tetap berusaha membuat hasil akhirnya menjadi sesuatu yang memiliki sentuhan dan karakter sendiri.

Setelah sketsa dasar selesai, desain masih bisa dikembangkan lebih jauh. Aku bisa memperbaiki bentuk pakaian, menambahkan lipatan kain, memperjelas ornamen, mencoba aksesori yang berbeda, dan menentukan detail yang ingin ditonjolkan. Jika ingin dikembangkan menjadi digital art, sketsa tersebut dapat dijadikan dasar untuk membuat lineart, kemudian dilanjutkan dengan warna, shading, lighting, dan berbagai detail lainnya. Dengan begitu, sketsa yang awalnya hanya berupa garis pensil dapat berkembang menjadi sebuah artwork yang memiliki warna, suasana, dan karakter yang lebih kuat.

Hal yang menurutku menarik dari proses ini adalah bagaimana sebuah pakaian yang awalnya hanya ada di dalam imajinasi akhirnya bisa benar-benar terlihat dalam bentuk gambar. Tidak semua bagian harus langsung sempurna. Ada kemungkinan bentuk pakaian perlu diperbaiki, proporsi perlu disesuaikan, atau beberapa detail harus diganti karena tidak terlihat seperti yang dibayangkan. Justru dari proses mencoba dan memperbaiki tersebut, desain akan semakin berkembang. Kesalahan dalam sketsa bukan berarti prosesnya gagal, tetapi menjadi bagian dari perjalanan untuk menemukan desain yang lebih sesuai.

Membuat baju fantasi juga mengajarkan bahwa imajinasi saja belum cukup. Kita perlu mencoba menerjemahkan imajinasi tersebut ke dalam bentuk yang bisa digambar. Kita perlu memahami bagaimana pakaian mengikuti tubuh, bagaimana kain jatuh, bagaimana lipatan terbentuk, dan bagaimana detail dapat ditempatkan tanpa membuat desain terlihat terlalu penuh. Semakin sering mencoba, semakin mudah juga bagi kita untuk mengubah ide yang ada di kepala menjadi sebuah desain yang nyata.

Pada akhirnya, menciptakan desain baju fantasi dari imajinasi hingga menjadi karya art merupakan sebuah proses kreatif yang membutuhkan ide, keberanian untuk mencoba, referensi, dan latihan. Sebuah desain tidak harus langsung sempurna ketika pertama kali dibuat. Kita bisa memulainya dari sebuah bayangan sederhana, menuangkannya menjadi sketsa, mengambil inspirasi dari berbagai sumber, kemudian mengembangkan desain tersebut sesuai dengan imajinasi dan style sendiri. Dari proses sederhana itulah sebuah karya dapat lahir, dan setiap sketsa yang dibuat menjadi bagian dari perjalanan seorang artist dalam mengembangkan kreativitasnya.

ARTIKEL KEMARIN TENTANG ”Apakah Traditional Art Akan Hilang di Era Digital?” : https://pkl.web.id/apakah-traditional-art-akan-hilang-di-era-digital-sinta-bela/