Kenapa Teks di UI Itu Penting?
Banyak orang fokus ke:
- warna
- layout
- font
Tapi lupa satu hal:
👉 teks (copywriting)
Padahal di UI:
- tombol berisi teks
- notifikasi berisi teks
- instruksi juga teks
Kalau teks tidak jelas:
- user bingung
- salah klik
- atau tidak lanjut
1. Gunakan Bahasa yang Sederhana
Kesalahan umum:
👉 terlalu formal atau terlalu teknis
Contoh kurang baik:
- “Silakan melakukan autentikasi akun Anda”
Lebih baik:
- “Masuk ke akun kamu”
Gunakan bahasa:
- santai
- mudah dipahami
- sesuai target user
2. Buat Teks Sesingkat Mungkin
Jangan bertele-tele.
Contoh:
- “Klik tombol ini untuk melanjutkan ke tahap berikutnya” ❌
- “Lanjutkan” ✅
Semakin singkat:
👉 semakin cepat dipahami
3. Gunakan Kata yang Jelas Aksinya
Teks harus memberi tahu:
👉 apa yang akan terjadi
Contoh:
- “Submit” → kurang jelas
- “Kirim Pesanan” → lebih jelas
User jadi:
👉 tidak ragu untuk klik
4. Hindari Kata yang Membingungkan
Jangan gunakan:
- istilah teknis
- bahasa yang ambigu
Karena:
👉 tidak semua user paham
Selalu pikirkan:
👉 apakah orang awam akan mengerti?
5. Gunakan Nada yang Konsisten
Kalau di awal kamu pakai bahasa santai:
- gunakan terus
Jangan:
- awal formal
- lalu tiba-tiba santai
Konsistensi bikin pengalaman:
👉 lebih nyaman
6. Perhatikan Error Message
Banyak desain gagal di sini.
Contoh buruk:
- “Error 404”
User tidak paham.
Lebih baik:
- “Halaman tidak ditemukan”
Atau:
- “Terjadi kesalahan, coba lagi ya”
7. Gunakan Microcopy untuk Membantu
Microcopy adalah teks kecil yang membantu user.
Contoh:
- “Password minimal 8 karakter”
- “Email harus aktif”
Ini membantu:
👉 mengurangi kesalahan user
Kesimpulan
UX writing adalah bagian penting dari UI/UX.
Bukan sekadar tulisan, tapi:
👉 cara berkomunikasi dengan user
Dengan:
- bahasa sederhana
- teks singkat
- pesan yang jelas
kamu bisa membuat desain yang:
- lebih mudah dipahami
- lebih nyaman digunakan
- dan lebih profesional
baca artikel sebelumnya:




